Wiranto Ditusuk
Baru Berusia 20 tahun, Begini Keberingasan Wanita yang Tusuk Kapolsek Saat Wiranto Terkapar
Dalam insiden penusukan itu, ada 4 orang korban yakni Menkoplhukam Wiranto, Kapolsek Menes Kompol Daryanto, seorang ajudan serta tokoh masyarakat.
Penulis: Damanhuri | Editor: Ardhi Sanjaya
Para tetangga mengetahui bahwa Fitri Andriani bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART).
"Merantau sejak SD. Informasi dari orangtua bekerja sebagai asisten rumah tangga. Tapi memang jarang pulang. Kalau pulang jarang keluar rumah. Anaknya pendiam dan tertutup," kata Masiroh mengutip Kompas.com.
Di Brebes, FD tinggal bersama orangtuanya yang bekerja sebagai petani, serta kakak dan adiknya.
Oleh tetangganya, perempuan kelahiran Brebes, 3 Mei 1999 yang menyerang Wiranto tersebut dikatakan belum menikah.
• Kondisi Terkini Wiranto Usai Ditikam Suami Istri di Banten, Ada Luka 2 Tusukan Hingga Jalani Operasi

Kepala Desa Sitanggal Untung Andi Purwanto mengatakan FD sempat mengabarkan berencana akan menikah.
Namun untung tidak mengetahui calonnya.
"Informasinya memang mau dipinang. Mau menikah," kata dia.
Namun keterangan berbeda didapatkan dari Mulyadi, Ketua RT tempat FD dan SA tinggal.
Menurut Mulyadi, FD adalah istri SA. Ia menyebut mereka telah menikah pada Agustus 2019 lalu, atau tiga bulan setelah SA tinggal di kontrakan Kampung Sawah, Gang Kenari, Desa / Kcamatan Menes, Pandeglang.
"Dia minta izin menikah di Bogor, pas balik lagi ke sini sudah bawa istri, bercadar, sekitar 19-20 tahunan," kata Mulyadi.
(TribunnewsBogor.com/Kompas.com)