Info Kesehatan
Sulli F(x) Meninggal Bunuh Diri, Ini Makanan dan Minuman yang Ampuh Usir Depresi
Tak hanya berkegiatan positif, mengkonsumsi makanan atau minuman tertentu juga bisa mengurangi stres atau depresi.
Setiap tahun, mereka menganalisa berapa banyak kopi dan bentuk kafein yang peserta konsumsi.

Mereka juga melihat data kematian peserta, dan menemukan bahwa sebanyak 277 dari peserta telah bunuh diri.
Peneliti menemukan, orang yang meminum antara dua hingga empat cangkir kopi hitam per hari hanya memiliki setengah kemungkinan untuk meninggal akibat bunuh diri.
Para penulis mencatat bahwa ini merupakan manfaat kafein, karena orang-orang yang minum kopi tanpa kafein tidak mengalami manfaat ini.
Bahkan, jika seseorang tidak beresiko untuk bunuh diri, temuan ini memang membuktikan bahwa kopi dapat mengurangi gejala depresi, dengan cara memicu pelepasan hormon endorfin yang mirip dengan obat antidepresean.
Hasil studi Harvard lain juga menunjukkan, bahwa perempuan mamiliki resiko 15 persen lebih rendah untuk mengalami depresi ketika minum setidaknya dua cangkir kopi per hari dan 20 persen lebih rendah ketika mereka minum setidaknya tiga cangkir kopi.
• Suami Kabur Usai Bakar Istri, Ternyata Begini Perlakuan Purwanto ke Putri Setelah 1,5 Bulan Menikah
Tak hanya minuman, ternyata ada beberapa bahan makanan yang mampu mengurangi depresi.
Dikutip dari Kompas.com, buah-buahan dan sayuran ternyata mempunyai manfaat untuk berbagai penyakit, termasuk depresi.
Dalam jurnal PLOS ONE, konsumsi buah dan sayuran secara teratur ternyata membantu orang dewasa muda yang didiagnosis dengan gangguan tersebut berkurang gejalanya.

Para peneliti menjelaskan, para pasien utamanya menjalani diet Mediterania.
Diet Mediterania merupakan diet yang fokus pada makanan nabati, seperti sayuran, buah-buahan, dan kacang-kacangan.
Tim peneliti meneliti efek kebiasaan diet dari 76 orang dewasa, usia 17 hingga 35 tahun.
Penelitian tersebut berfokus pada orang-orang yang didiagnosis dengan gejala depresi dan mengonsumsi makanan olahan, lemak jenuh, dan gula halus dalam jumlah yang besar.
Para peneliti membagi peserta menjadi beberapa kelompok, dengan satu kelompok menerima petunjuk untuk meningkatkan diet, barang dapur, dan uang untuk belanja bahan makanan.
Sedangkan kelompok lain tidak mendapatkan makanan, uang atau bimbingan gizi.