Hentikan Debat soal UN, Sophia Latjuba Bikin Penonton Mata Najwa Riuh : Bukannya Raport Udah Cukup?
Sophia Latjuba sampaikan pernyataan yang menuai perhatian saat menjadi narasumber program Mata Najwa yang dipandu Najwa Shihab.
Penulis: Mohamad Afkar S | Editor: Soewidia Henaldi
"Kemudian kemampuan spesifik siswa jago olahraga, jago nari, jago melukis itu masuk portofolio siswa bisa jadi pertimbangan, tidak hanya dari prestasi saja," tambahnya.
• Gibran Maju Pilkada Solo, Pengamat Singgung Soal Kemampuan: Tak Semudah Kelola Usaha Martabak
• UN Dihapus Siswa Jadi Lembek, KPAI Sebut Ketidakadilan: Orang Kaya Bisa Bayar Bimbel, yang Miskin?
• Paula Verhoeven Kram Perut dan Sesak Nafas, Baim Wong Panik Lari ke Rumah Sakit: Pembukaan Satu !
• Tanggapi Wiranto Mundur dari Dewan Pembina Hanura, OSO: Sudah Tidak Ada Sejak Munas Solo
Namun menurut Sudewo, proses penerimaan seperti itu dinilai tidak menjamin objektif.
"tidak menjamin seleksi itu objektif. Bisa karena dia punya akses ke sekolah tersebuy, bisa karena punya uang, bukan karena prestasinya yang tinggi," ucapnya.
Pernyataan politikus Gerindra itu pun langsung ditanggapu oleh Retno Listyarti.
Retno menjelaskan bahwa pendidikan adalah hak dasar yang harus dipenuhi negara.
"Atas dasar itu sistem zonasi sebenarnya berkeadilan, di mana seorang anak itu bisa sekolah dimanapun tanpa melihat Ujian Nasional, tanpa melihat yang lain, tetapi karena memang jarak, yang kedua kemampuan yang tidak hanya kecakapan akademik," jelasnya.
Belum selesai berbicara, Sudewo tampak langsung hendak menanggapinya.
Namun yang terjadi justru perdebatan keduanya terhenti setelah Sophia Latjuba berbicara.
Sophia Latjuba nampak menyoroti ucapan Sudewo yang mempertanyakan bentuk seleksi penerimaan siswa bila tidak ada Ujian Nasioanal.
Sophia Latjuba juga tampak sekaligus meneruskan apa yang sebelumnya dijelaskan Totok maupun Retno.
"Sorry ya ini, simplify, bukannya rapot udah cukup ?" ucap Sophia Latjuba.

"Rapot sekolah, yang diberikan sekolah, apapun adalah hasil pembelajaraan si anak selama 6 tahun, 3 tahun, itu kan sudah cukup oleh SMP SMA, melihat, oh ini anak berkompetensi di sini kita bisa terima, kenapa harus Ujian Nasional, saya ga ngerti lho," tambahnya Sophia Latjuba.
Sontak pernyataan Sophia Latjuba itu disambut tepuk tangan penonton.
Terlihat beberapa narasumber pun tersenyum setelah mendengar pernyataan Sophia Latjuba.
Terlepas dari hal itu, Peneliti Pusat Studi Pendidikan dan Kebijakan, Anindito Aditomo justru menyoroti hal lain terkait Ujian Nasioanl maupun seleksi penerimaan siswa ini.
• Begini Cara Bikin Kolase Foto untuk di Instagram Story, Gampang Banget !
• Bela-belain Pulang dari RS Cabut Selang Infus, Agnez Mo Sabet Gelar Musisi Perempuan Terfavorit
• Pacaran LDR Jakarta-Jerman dengan Titi Kamal, Christian Sugiono Jadi Buruh Pabrik Demi Beli Tiket
• Donald Trump Dimakzulkan DPR, Dua Presiden AS Ini Juga Pernah Bernasib Sama