Breaking News:

Kawin Kontrak di Puncak

Tarif Kawin Kontrak di Puncak, Turis asal Timur Tangah Sudah Booking untuk 5 Hari

turis Timur Tengah berinisial H yang digerebek tim gabungan saat transaksi di kawasan Cibeureum, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor.

TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
barang bukti dari empat mucikari kawin kontrak yang ditangkap polisi 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Tim gabungan telah berhasil mengungkap praktik sindikat kawin kontrak di kawasan Puncak Bogor.

Pada praktiknya, sang mucikari menawarkan kawin kontrak terhadap tamu asal Timur Tengah dengan tarif rata-rata sekitar Rp 2 juta sehari.

Tamu asal Timur Tengah ini, bisa menyepakati kawin kontrak selama sepekan sampai satu bulan lamanya.

Seperti yang dilakukan oleh turis Timur Tengah berinisial H yang digerebek tim gabungan saat transaksi di kawasan Cibeureum, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor.

Pria Timur Tengah ini meminta kawin kontrak lima hari selama dia berlibur di kawasan Puncak Bogor dan diajukanlah tarif kawin kontrak Rp 10 juta selama 5 hari tersebut oleh sang mucikari.

"Sesuai permintaan, kebetulan hari itu dia minta 5 hari, karena dia stay di Puncak 5 hari, jadi selama stay di Puncak dia bayar sewanya (kawin kontrak) 5 hari," kata Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Benny Cahyadi di Mapolres Bogor, Senin (23/12/2019) malam.

Dalam hasil pengungkapan ini, tarif kawin kontrak ini juga masih bisa ditawar oleh calon pelanggannya.

Sehingga tak sedikit ada kesepakatan kawin kontrak dengan tarif yang sedikit lebih murah dibanding tarif yang diajukan.

Uang yang didapat ini nanti akan diserahkan seluruhnya kepada wanita yang bersedia menjalani kawin kontrak dan kemudian sang mucikari dapat komisi dari wanita tersebut.

Halaman
12
Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Ardhi Sanjaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved