Breaking News:

Gerebek Pabrik Ekstasi

Terpidana Mati Kasus Narkoba di Bogor Kendalikan Peredaran Ekstasi dari Balik Jeruji

Terpidana mati kasus narkoba berinisial ADTJ di Lapas Gunungsindur, Kabupaten Bogor jadi pengendali peredaran dan peracikan pil ekstasi

TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Rilis pengungkapan pabrik ekstasi 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Terpidana mati kasus narkoba berinisial ADTJ di Lapas Gunungsindur, Kabupaten Bogor jadi pengendali peredaran dan peracikan pil ekstasi yang diedarkan di Jabodetabek.

ADTJ ini mengendalikan pasokan bahan baku peracikan pil ekstasi ke sebuah pabrik ekstasi rumahan di Kramat Pulo, Senen, Jakarta Pusat.

Peran ADTJ di balik jeruji ini diketahui setelah Sat Narkoba Polres Bogor menggerebek pabrik rumahan tersebut dan mengamankan bandar sekaligus peracik berinisial HS.

Kapolres Bogor AKBP Muhammad Joni menjelaskan bahwa pihaknya juga sudah melakukan penggeledahan ke lapas tempat ADTJ mendekam tersebut.

"Kita juga sudah melakukan penggeledahan di salah satu Lapas Bogor, Gunungsindur, karena salah satu pelakunya berinisial ADJT ini sudah dihukum (vonis) mati masih bisa mengendalikan jaringan-jaringannya yang ada di wilayah Jabodetabek," kata AKBP Muhammad Joni dalam jumpa pers di Mapolres Bogor, Selasa (21/1/2020).

Penggeledahan yang dilakukan pun menurutnya agak terhambat karena kedatangan polisi ke lapas itu seakan-akan sudah diketahui oleh si pelaku.

"Permasalahannya yang bersangkutan sudah dapat membersihkan barang-barangnya terlebih dahulu pada waktu proses penggerebekan, nanti akan kita kembangkan," kata Joni.

Joni mengatakan bahwa ada atau tidaknya keterlibatan pihak lapas dalam hal ini juga akan diselidiki lebih lanjut.

"Nanti kita lihat hasil pengembangan proses penyelidikan kita, kita masih koordinasi. Selama koordinasi kita masih koperatif, insya Allah tidak ada keterkaitan, nanti kalau koordinasinya dipersulit bisa dinilai sendiri. Akan kita koordinasikan dengan Lapas tersebut supaya ke depannya napi-napi tersebut tidak bisa lagi mengendalikan (peredaran narkoba) dari dalam lapas," ungkapnya.

Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved