Teror Virus Corona

Curhatan TKI Ilegal Asal Subang Ingin Pulang Dari Wuhan, Tiara: Hanya Menunggu Keajaiban Allah

Sejumlah negara pun mengevakuasi warganya yang masih berada di Wuhan, China untuk kembali ke negara asalnya.

Kolase/dialymail.co.uk/BBC Indonesia via Tribunnews.com
virus corona menyebar di China dan Hongkong(kiri), TKI asal Subang, Tiara (kanan) 

Merespons wabah corona, PBB mengumumkan virus corona sebagai Darurat Kesehatan Internasional.

Kasus karena virus corona tercatat sebanyak 24.631 di seluruh dunia.

Setidaknya, ada 26 negara yang mengonfirmamsi temuan kasus virus corona di negaranya yakni:

1. China                             14. Nepal

2. India                               15. Kamboja

3. Filipina                           16. Kanada

4. Italia                               17. Perancis

5. UEA                                18. Sri Lanka

6. Malaysia                        19. Vietnam

7. Jepang                            20. Jerman

8. Korea Selatan               21. Finlandia  

9. Taiwan                           22. Rusia

10. Thailand                      23. Inggris

11. Australia                      24. Spanyol

12. Singapura                    25. Swedia

13. Amerika Serikat          26. Belgia

Dampak Virus Corona, Kantor Google di China Ditutup

Sejumlah WNI yang berasal dari Wuhan, China turun dari pesawat Batik Air di Bandara Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau, Minggu (2/2/2020). Sebanyak 238 WNI dipulangkan dari Wuhan, China dikarenakan munculnya virus Corona di Provinsi Hubei tepatnya di Kota Wuhan, China. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Sejumlah WNI yang berasal dari Wuhan, China turun dari pesawat Batik Air di Bandara Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau, Minggu (2/2/2020). Sebanyak 238 WNI dipulangkan dari Wuhan, China dikarenakan munculnya virus Corona di Provinsi Hubei tepatnya di Kota Wuhan, China. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

82 Tim Medis Diterjunkan ke Natuna

Sebanyak 82 orang tim medis gabungan dari sipil dan militer diterjunkan dalam proses observasi 238 warga negara Indonesia (WNI) yang tiba dari Wuhan di Kabupaten Natuna.

"Ini bukan masalah Kementerian Kesehatan saja, bukan masalah militer saja, tapi ini masalah negara. Oleh karena itu, pemerintah akan kolaborasikan seluruh kapasitas, yang kemudian totalnya 82 orang tenaga medis," ujar Sekretaris Setditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan Achmad Yurianto, seperti dikutip dari tayangan Kompas TV, Minggu (2/2/2020).

Achmad Yurianto mengatakan, tim medis terdiri dari sejumlah dokter spesialis, dokter umum, sanitarian, dan perawat.

"Termasuk tim yang kirim untuk menjemput kemarin yang ada 17 orang, ada dokter spesialis itu 4 orang, yang lainnya itu dokter umum, perawat, itu bersama-sama dan kembali ke natuna, dan ikut berada di Natuna selama 14 hari," terang dia.

Ingin Viral dan Teriak Terinveksi Virus Corona saat di Dalam Pesawat, Lihat Nasib Pria Ini

Lebih lanjut, dalam proses observasi yang berlangsung selama 14 hari sejak kemarin, tenaga medis yang diterjunkan memiliki kapasitas maksimal.

"Kami enggak pandang sipil, siapa militer, tapi kapasitas kita maksimal," tuturnya lagi.

Diketahui, proses observasi dalam rangka memastikan pencegahan menyebarnya wabah virus corona dilakukan di Hanggar Lanud Raden Sadjad, kompleks Militer Kabupaten Natuna.

Proses evakuasi 238 WNI dari provinsi Hubei, China berlangsung pada Sabtu (1/2) menggunakan pesawat milik maskapai Batik Air.

(Tribunnews.com/BBC Indonesia/Kompas.com)

Penulis: Damanhuri
Editor: Ardhi Sanjaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved