Breaking News:

Teror Virus Corona

Terisolasi dan Makan Seadanya di Rumah Majikan di Wuhan, Asih Bisa Pulang Tapi Harus di Penjara Dulu

Sudah sekitar 6 tahun, Asih mengadu nasib menjadi buruh migran Indonesia di Wuhan, China.

dialymail.co.uk
virus corona menyebar di China dan Hongkong 

Meski bekerja di sana, Tiara mengaku tidak memegang visa kerja dan paspornya pun sudah kedaluwarsa.

"Harapannya ingin pulang, semoga ada keajaiban boleh pulang bareng-bareng," tuturnya.

Menurutnya, ia merupakan salah satu diantara sejumlah TKI yang saat ini terpaksa bertahan di rumah majikannya karena terisolasi.

Tiara mengungkapkan, WNI yang dievakuasi oleh pemerintah Indonesia dari Wuhan merupakan WNI yang punya paspor dan visa.

Dari ratusan orang yang sudah dievakuasi oleh pemerintah, kata Tiara, tidak ada TKI yang ikut dalam rombongan yang kini masih menjalani observasi di Natuna.

Sejak awal, kata dia, ia pesimis bakal diperhatikan pemerintah karena statusnya sebagai pekerja gelap.

"Itu WNI yang punya paspor dan visa. Tidak ada TKI (Tenaga Kerja Indonesia). Di China tidak ada TKI yang resmi," ujar Tiara.

Sejumlah WNI yang berasal dari Wuhan, China turun dari pesawat Batik Air di Bandara Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau, Minggu (2/2/2020). Sebanyak 238 WNI dipulangkan dari Wuhan, China dikarenakan munculnya virus Corona di Provinsi Hubei tepatnya di Kota Wuhan, China. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Sejumlah WNI yang berasal dari Wuhan, China turun dari pesawat Batik Air di Bandara Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau, Minggu (2/2/2020). Sebanyak 238 WNI dipulangkan dari Wuhan, China dikarenakan munculnya virus Corona di Provinsi Hubei tepatnya di Kota Wuhan, China. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

82 Tim Medis Diterjunkan ke Natuna

Sebanyak 82 orang tim medis gabungan dari sipil dan militer diterjunkan dalam proses observasi 238 warga negara Indonesia (WNI) yang tiba dari Wuhan di Kabupaten Natuna.

"Ini bukan masalah Kementerian Kesehatan saja, bukan masalah militer saja, tapi ini masalah negara. Oleh karena itu, pemerintah akan kolaborasikan seluruh kapasitas, yang kemudian totalnya 82 orang tenaga medis," ujar Sekretaris Setditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan Achmad Yurianto, seperti dikutip dari tayangan Kompas TV, Minggu (2/2/2020).

Achmad Yurianto mengatakan, tim medis terdiri dari sejumlah dokter spesialis, dokter umum, sanitarian, dan perawat.

"Termasuk tim yang kirim untuk menjemput kemarin yang ada 17 orang, ada dokter spesialis itu 4 orang, yang lainnya itu dokter umum, perawat, itu bersama-sama dan kembali ke natuna, dan ikut berada di Natuna selama 14 hari," terang dia.

Ingin Viral dan Teriak Terinveksi Virus Corona saat di Dalam Pesawat, Lihat Nasib Pria Ini

Lebih lanjut, dalam proses observasi yang berlangsung selama 14 hari sejak kemarin, tenaga medis yang diterjunkan memiliki kapasitas maksimal.

"Kami enggak pandang sipil, siapa militer, tapi kapasitas kita maksimal," tuturnya lagi.

Diketahui, proses observasi dalam rangka memastikan pencegahan menyebarnya wabah virus corona dilakukan di Hanggar Lanud Raden Sadjad, kompleks Militer Kabupaten Natuna.

Proses evakuasi 238 WNI dari provinsi Hubei, China berlangsung pada Sabtu (1/2) menggunakan pesawat milik maskapai Batik Air.

WNI di Natuna Masih Diobservasi

Pemerintah Indonesia sudah mengevakuasi 238 Warga Negara Indonesia (WNI) dari Wuhan China.

Ratusan WNI yang dievakuasi dari Wuhan, China dibawa ke Natuna untuk menjalani pemeriksaan kesehatan dan juga observasi.

"Skenarionya di Natuna adalah pemeriksaan kesehatan dilakukan dua kali dalam sehari, dalam bentuk pengukuran suhu," ujar Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Anung Sugihantono dalam konferensi pers di Kantor Kemenkes, Kuningan, Jakarta Pusat, Senin (3/2/2020) mengutip Kompas.com

(Tribunnews.com/BBC Indonesia/Kompas.com)

Penulis: Damanhuri
Editor: Damanhuri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved