Wanita Bertato Burung Hantu Dibunuh Lalu Dibuang, Ini Kata Polisi Soal Motif Pembunuhan Anjani Bee

Polisi kantongi hasil autopsi jasad wanita bertato burung hantu. Menurut keterangan polisi, korban dibunuh lalu dibuang.

IST/facebook/TribunJabar.id/Daniel Andreand Damanik
Update kasus pembunuhan Anjani Bee, polisi bicara soal dugaan motif pelaku. 

Identitas korban saat ditemukan awalnya belum diketahui.

Setelah dilakukan penyelidikan, identitas wanita bertato burung hantu itu pun terungkap.

Terkait kasus pembunuhan Anjani Bee ini, polisi sudah memeriksa 35 saksi, satu di antaranya orang yang pertama kali menemukan korban.

Selain itu, polisi juga telah beberapa kali melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

FOLLOW:

Hal itu disampaikan langsung Kapolres Cimahi, AKBP N Yoris Maulana Yusuf Marzuki.

Ia mengatakan bahwa saat ini pihaknya telah mendapatkan sejumlah data dan bukti.

Mulai dari rekaman CCTV hingga fakta-fakta lainnya di lapangan.

"Ada beberapa CCTV yang memang terlihat, namun untuk di TKP hanya selintas, tapi itu sudah bisa memberikan kita bukti dan fakta-fakta di lapangan," Yoris Maulana saat ditemui di Mapolres Cimahi, Senin (9/3/2020).

Ia melanjutkan bahawa tidak ada kendala dalam mengungkap kasus pembunuhan Anjani Bee ini.

"Kita sedang mencari pelakunya siapa, karena sampai saat ini tidak ada satu orang saksi pun yang melihat kejadian tersebut (pembunuhan)," terangnya.

Ia pun memastikan jika pihaknya bakal segera mengungkap pelaku pembunuhan wnaita bertato burung hantu itu.

"Hanya tinggal menunggu waktu untuk kita menentukan siapa pelakunya. Dari 35 saksi yang diperiksa, kita sudah mendapatkan kesimpulan," ujar Yoris Maulana.

Pihak kepolisian pun mengimbau pelaku agar menyerahkan diri lantaran selama penyelidikan ini sudah mengarah ke pelaku.

Soal video viral penyiksaan wanita

Polisi angkat suara terkait beredarnya video penyiksaan wanita setelah ditemukan mayat Anjani Bee.

AKBP M Yoris Maulana Yusuf Marzuki menjelaskan bahwa video penyiksaan wanita itu tidak ada kaitannya dengan kasus pembunuhan Anjani Bee.

"Untuk video yang beredar terkait ada seorang wanita dalam keadaan terduduk dan dipukuli, saya sampaikan bukan kasus ini. Itu video lain di kejadian yang lain," ujar Yoris.

Yoris juga mengatakan, video tersebut tak ada kaitannya dengan teman dekat korban dengan masalah geng motor.

"Terkait pelaku ataupun korban ini masih akan kita lakukan penyelidikan," katanya.

Ia pun mengimbau kepada masyarakat agar tidak menyebarkan kembali video penyiksaan yang akhir-akhir ini beredar di sosial media maupun WhatsApp Group (WAG) setelah adanya kasus pembunuhan ini.

"Jangan menyebarkan informasi hoaks tentang video, terutama video tentang penganiayaan yang saat ini sedang beredar karena bisa menganggu kententraman masyarakat," urainya.

(TribunnewsBogor.com/TribunJabar.com/Kompas.com)

Penulis: Mohamad Afkar S
Editor: Ardhi Sanjaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved