Teror Virus Corona

14.000 Orang Mudik dengan Bus dalam 8 Hari Terakhir, Jokowi Minta Gubernur Cegah Penyebaran Covid-19

Presiden Jokowi mengatakan sebanyak 14.000 orang di Jabodetabek mudik ke kampung halamannya masing-masing selama delapan hari terakhir.

ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/Pool
Presiden Joko Widodo memberikan keterangan pers saat meninjau Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (23/3/2020). Dalam kunjungannya Presiden Joko Widodo memastikan Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran siap digunakan untuk menangani 3.000 pasien. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/Pool 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Sekitar 14 ribu orang dari Jabodetabek diketahui telah mudik ke kampung halamannya masing-masing.

Belasan ribu orang itu mudik menggunakan bus dalam delapan hari terakhir.

Hal ini diungkapkan Presiden Jokowi saat memimpi rapat terbatas (ratas) di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (30/3/2020).

"Selama delapan hari terakhir ini ada 876 armada bus antarprovinsi yang membawa kurang lebih 14.000 penumpang dari Jabodetabek ke Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan DIY," kata Jokowi dalam rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (30/3/2020).

Jumlah itu belum termasuk arus mudik dini yang menggunakan moda transportasi lainnya, seperti kereta api, kapal laut, pesawat, serta mobil pribadi.

Presiden Jokowi menyebutkan, arus mudik yang terjadi jauh sebelum lebaran ini disebabkan warga terdampak physical distancing sebagai upaya pencegahan virus corona Covid-19.

Cara Cegah Virus Corona Versi WHO, di Antaranya Hindari Konsumsi Makanan Setengah Matang

Pengusaha PO Bus Akui Banyak Warga Jabodetabek yang Mudik, Bawa 14.000 Penumpang ke Pulau Jawa

Para warga yang mudik itu rata-rata adalah pekerja informal yang mengandalkan pendapatan harian.

Puluhan wartawan menjalani rapid tes Virus Corona atau Covid-19 di Cibinong, Kabupaten Bogor, Senin (30/3/2020).
Puluhan wartawan menjalani rapid tes Virus Corona atau Covid-19 di Cibinong, Kabupaten Bogor, Senin (30/3/2020). (Ist)

"Mereka terpaksa pulang kampung karena penghasilan turun sangat drastis atau bahkan hilang," kata Jokowi.

Untuk itu, Jokowi meminta gubernur, bupati, dan wali kota meningkatkan pengawasan kepada pemudik yang baru tiba di wilayahnya.

Ternyata Hoax ! WHO Tegaskan Virus Corona atau Covid-19 Tidak Menular Lewat Udara

Keresahan Pedagang Asongan Kota Bogor di Tengah Pandemi Corona, Penghasilannya Turun Drastis

Jokowi menilai pengawasan di wilayah masing-masing sangat penting sekali untuk mencegah para pemudik itu menularkan virus corona kepada orang di kampung halamannya.

Halaman
12
Editor: Soewidia Henaldi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved