Ramadhan 1441 H

Ghibah Online dan Mengumpat di Medsos Bisa Batalkan Puasa? Ini Penjelasan Ustaz

Tak bisa dipungkiri, saat bermain media sosial masih banyak orang yang ghibah, berkata kasar hingga mengumpat online.

Tayang:
Editor: Yuyun Hikmatul Uyun
Website
ilustrasi ghibah di media soasial 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Sekarang ini media sosial adalah tempat yang wajib disambangi bagi kebanyakan orang.

Di era yang serba teknologi saat ini, penggunaan media sosial merupakan hal yang lazim.

Pemanfaatan media sosial ini sangat berneka ragam, dari keperluan hingga hiburan.

Hal ini tak terkecuali saat bulan Ramadhan seperti sekarang ini.

Tak bisa dipungkiri, saat bermain media sosial masih banyak orang yang ghibah, berkata kasar hingga mengumpat online.

6 Menu Buka Puasa Pilihan, Selain Enak Bisa Kembalikan Energi Tubuh yang Hilang

Sering Diabaikan, Ini 9 Hal yang Membatalkan Puasa Ramadhan, Selain Sengaja Makan dan Minum

Mereka yang secara terang-terangan berkata kotor atau mengumpat di dunia maya tersebut.

Lalu apakah kegiatan mengumpat online bisa mengakibatkan batalnya puasa seseorang ?

Ilustrasi Instagram
Ilustrasi Instagram (TreceBits)

Menurut informasi yang bisa diungkapkan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Surakarta Musta'in Ahmad, mengenai umpatan yang dilontarkan di media sosial tidak akan membatalkan puasa.

Dilansir oleh TribunnwsWiki dari Kompas.com, dalam wawancara tersebut Ahmad menerangkan jika mengumpat baik langsung atau lewat media sosial bisa mengurangi pahala puasa.

"Mengumpat, berbohong, marah-marah, sumpah palsu, memandang dengan syahwat, bisa membatalkan pahala puasa (bukan batal puasanya tapi batal pahalanya)," kata Musta'in Jumat (24/4/2020).

Amalan Sholawat Nabi Muhammad SAW - Lengkap Tulisan Arab, Latin dengan Artinya

Doa Kamilin Sesudah Shalat Tarawih, Bacaan Doa Lengkap dengan Tulisan Arab dan Artinya

Musta'in mengungkapkan, hal itu adalah perbuatan haram dilakukan, terlebih sedang menjalani ibadah puasa.

ilustrasi marah. (ariananews.co)
ilustrasi marah. (ariananews.co) (ariananews.co)

Dalam sebuah hadist Rasulullah SAW  bersabda:

"Barang siapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan tidak meninggalkan perbuatan yang diakibatkan ucapan dustanya, maka Allah tidak butuh terhadap puasanya terhadap perbuatannya meninggalkan makan dan minum (puasa)." (HR. Bukhari).

Hadis di atas adalah dalil orang yang menjalankan ibadah puasa sudah semestinya menahan diri dari perkataan kotor.

Masalah ini seperti cacian maupun umpatan dan perkataan dusta sebagaimana menahan diri dari makan dan minum.

Akun WhatsApp Diretas? Begini Cara Mengembalikannya

14 Waktu Mustajab untuk Berdoa: Saat Buka Puasa, Sahur hingga Malam Lailatul Qadar

Sumber: TribunnewsWiki
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved