Curhat Pilu Gadis Remaja Diancam dan Dirudapaksa di Kebun Sawit, Kondisi Korban Memilukan

Seorang gadis remaja mengalami kejadian pilu di perkebunan sawit. Korban diancam hingga dirudapaksa.

Tayang:
Penulis: Mohamad Afkar S | Editor: Yuyun Hikmatul Uyun
Trubun Lampung/Dody Kurniawan
Ilustrasi/ Gadis remaja mengalami kejadian pilu. 

Korban bercerita bahwa dirinya dirudapasa pelaku sebanyak dua kali.

Baca juga: Pengakuan Istri Sewa Eksekutor untuk Habisi Nyawa Suami, Kesal 10 Tahun Diperlakukan Kasar

Baca juga: Kronologi Pria Nekat Datangi Rumah Mantan Istri, Suami Baru Jadi Sasaran, Tewas Dihabisi saat Tidur

Kejadian pilu yang dialami bocah yang masih berstatus pelajar ini terjadi pada Juli 2020 sekira pukul 21.00 WIB.

"Untuk hari dan tanggalnya, korban lupa," kata Arbi.

Selain itu, korban juga mengatakan jika dirinya mendapat ancaman.

"Perbuatan bejat itu dilakukan tersangka di areal perkebunan sawit yang ada," kata Arbi.

Tak terima dengan perbuatan pelaku, ibu korban melaporkan peristiwa pilu yang dialami oleh anak perempuannya ke Mapolsek Gedung Aji, Jumat sekira pukul 11.00 WIB.

Lebih lanjut Arbi mengatakan, kejadian itu bermula ketika korban diajak pelaku untuk bertemu di sebuah warung.

Pelaku lantas mengajak korban berjalan ke area perkebunan sawit.

Setibanya di lokasi, pelaku memaksa korban melakukan hubungan badan.

Baca juga: Bertahun-tahun Misteri Wanita Tewas di Kebun Salak Terungkap, Korban Dibunuh Secara Sadis

Baca juga: Pengakuan Pemuda Bunuh Remaja 14 Tahun di Kebun Singkong: Saya Diejek Miskin, Enggak Bisa Beli HP

Baca juga: Dilaporkan Hilang, Bocah 14 Tahun Ditemukan Tewas di Ladang Singkong, Begini Kondisinya

Baca juga: Penganiayaan Ungkap Hubungan Terlarang Istri dan Selingkuhan, Minta Tolong ke Suami Begini Responnya

Korban pun tak berdaya lantaran diancam pelaku akan dibunuh.

"Karena diancam itu, dengan berat hati terpaksa korban melepas kesuciannya," ungkap Arbi.

Diketahui pelaku mengaku memiliki rekaman perbuatan asusila itu.

Hal itu lantas dijadikan pelaku untuk mengancam korban agar tak melaporkan perbuatannya.

"Padahal video yang dimaksud oleh pelaku ini tidak pernah ada," tandas Arbi.

(Tribunlampung.co.id)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved