Info Kesehatan
Sembuh dari Covid-19, Ilmuwan Ingatkan Risiko Tertular Lagi, Gejalanya Bisa Ringan
Dr. Steven Sperber dari Hackensack University Medical Center, menyebut masih banyak yang tak diketahui para ahli tentang SARS-CoV-2 penyebab Covid-19
TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Banyak orang beranggapan bahwa, pasien yang pernah terjangkit virus Covid-19 dan telah dinyatakan sembuh, akan kebal dan tidak dapat terpapar virus corona kembali karena sudah memiliki antibodi untuk melawannya.
Namun, benarkah demikian?
Dilansir dari Healthline, sebuah penelitian yang baru-baru ini diterbitkan dalam jurnal Science menemukan bahwa memori sistem imunitas terhadap Covid-19 bisa bertahan selama delapan bulan.
Dipaparkan oleh Shane Crotty, PhD, seorang profesor di La Jolla Institute of Immunology yang ikut memimpin penelitian, timnya menemukan hal ini setelah mengukur keempat komponen memori imunitas yaitu antibodi, memori sel B. , sel T pembantu dan sel T pembunuh.
Keempatnya diobservasi bertahan di dalam tubuh, setidaknya selama 8 bulan setelah terinfeksi virus, bahkan pada pasien Covid-19 dengan gejala ringan sekali pun.
Ini artinya, tubuh dapat "mengingat" virus SARS-CoV-2 dan jika bertemu virus yang sama lagi; sel B memori akan dapat dengan cepat bersiap dan memproduksi antibodi untuk melawan infeksi ulang.
• Bukan Demam dan Batuk, Ini Gejala Baru Covid-19 yang Sering Dialami Pasien Positif Virus Corona
• Sembuh dari Corona, Waspada Mantan Pasien Covid-19 Masih Bisa Tak Tahan Cium Bau
Apakah kita menjadi kebal?
Melihat hasil tersebut, tim peneliti yang dipimpin oleh Crotty pun menduga bahwa mereka yang telah pulih dari Covid-19 mungkin bisa terlindung dari infeksi ulang selama berbulan-bulan, atau bahkan bertahun-tahun.
Namun, ini baru dugaan.
Seperti dikatakan oleh Dr. Steven Sperber, kepala sementara divisi penyakit menular di Hackensack University Medical Center, seperti dikutip dari Healthline, (11/1/2021), masih banyak yang tidak diketahui para ahli tentang SARS-CoV-2 penyebab Covid-19.
Sebab, SARS-Cov-2 adalah jenis virus corona baru.
Beberapa pertanyaan yang perlu diselidiki lebih lanjut, di antaranya adalah apakah keberadaan antibodi menandakan kekebalan terhadap Covid-19, berapa lama kekebalan bertahan bila demikian dan apakah mengukur antibodi merupakan cara terbaik untuk mengukur kekebalan.
Sperber pun menjelaskan bahwa hasil tes antibodi Covid-19 yang positif hanya menandakan bahwa Anda pernah terpapar penyakit ini sebelumnya.
• Masuk Musim Hujan, Benarkah Genangan Air Bisa Menularkan Covid-19 Lebih Cepat? Ini Penjelasannya
• Punya Penyakit Jantung, Waspada Gejala Berat Ini Akan Terjadi Jika Terinfeksi Covid-19
Dengan kata lain, untuk saat ini masih belum dapat dipastikan apakah memiliki antibodi positif berarti sudah kebal terhadap virus.
Pasalnya, dalam beberapa kasus, antibodi memang dapat memberikan perlindungan terhadap infeksi ulang.