Ramadhan 2021

Ghibah dan Komentar Julid di Medsos Bisa Batalkan Puasa? Ini Penjelasan Ustaz

Tak bisa dipungkiri, saat bermain media sosial masih banyak orang yang ghibah, berkata kasar hingga mengumpat online.

blogger.com
ILUSTRASI - membicarakan orang lain atau ghibah 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Sekarang ini media sosial adalah tempat yang wajib disambangi bagi kebanyakan orang.

Di era yang serba teknologi saat ini, penggunaan media sosial merupakan hal yang lazim.

Pemanfaatan media sosial ini sangat berneka ragam, dari keperluan hingga hiburan.

Hal ini tak terkecuali saat bulan Ramadhan seperti sekarang ini.

Tak bisa dipungkiri, saat bermain media sosial masih banyak orang yang ghibah, berkata kasar hingga mengumpat online.

Mereka yang secara terang-terangan berkata kotor atau mengumpat di dunia maya tersebut.

Lalu apakah kegiatan mengumpat online atau komentar nyinyir di medsos bisa mengakibatkan batalnya puasa seseorang ?

Baca juga: Hukum Mencicipi Makanan saat Puasa, Apakah Bisa Batal? Ini Penjelasannya

Baca juga: Hukum Puasa Tapi Tidak Melaksanakan Shalat 5 Waktu, Apakah Puasanya Akan Sia-sia? Ini Penjelasannya

Ilustrasi Instagram
Ilustrasi Instagram (TreceBits)

Menurut informasi yang bisa diungkapkan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Surakarta Musta'in Ahmad, mengenai umpatan yang dilontarkan di media sosial tidak akan membatalkan puasa.

Dilansir oleh TribunnwsWiki dari Kompas.com, dalam wawancara tersebut Ahmad menerangkan jika mengumpat baik langsung atau lewat  media sosial bisa mengurangi pahala puasa.

"Mengumpat, berbohong, marah-marah, sumpah palsu, memandang dengan syahwat, bisa membatalkan pahala puasa (bukan batal puasanya tapi batal pahalanya)," kata Musta'in.

Musta'in mengungkapkan, hal itu adalah perbuatan haram dilakukan, terlebih sedang menjalani ibadah puasa.

ilustrasi marah. (ariananews.co)
ilustrasi marah. (ariananews.co) (ariananews.co)

Dalam sebuah hadist Rasulullah SAW  bersabda:

"Barang siapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan tidak meninggalkan perbuatan yang diakibatkan ucapan dustanya, maka Allah tidak butuh terhadap puasanya terhadap perbuatannya meninggalkan makan dan minum (puasa)." (HR. Bukhari).

Baca juga: Salat Tarawih Kilat Viral, Kemenag : Tidak Boleh Melanggar Segala Kaidah

Hadis di atas adalah dalil orang yang menjalankan ibadah puasa sudah semestinya menahan diri dari perkataan kotor.

Halaman
12
Sumber: TribunnewsWiki
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved