Breaking News:

Mudik Lebaran

Larang Total Mudik di Kota Bogor, Bima Arya : Kami Akan Awasi Ketat

Namun kata dia, khusus untuk kegiatan non mudik masih dibolehkan apabila ada hal-hal yang mendesak, seperti pekerjaan, tugas darurat, sakit & bu hamil

Editor: Vivi Febrianti
Ist
Wali Kota Bogor, Bima Arya menyampaikan, pengaturan larangan mudik yang diterapkan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor tetap berpegang pada Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 13 Tahun 2021. 

“Jadi untuk warga Kota Bogor tidak perlu khawatir. Di setiap daerah ada sub satgas deteksi, di mana bersama RT dan RW akan mendatangi untuk melakukan pendataan terhadap para pendatang," jelasnya.

Ada tiga hal yang didata kata Kapolresta, yakni riwayat tujuan, riwayat penyakit dan riwayat vaksinasi.

Jika lolos ada lagi yang akan melakukan pemeriksaan di titik-titik rumah tujuan, bahkan nanti akan dilakukan penindakan oleh Satgas RW untuk melakukan pemeriksaan rapid antigen dan seterusnya.

Penyekatan di enam titik yang dilakukan untuk mencegah orang dari luar Kota Bogor masuk dan nantinya ada mekanisme wawancara dengan petugas.

Untuk kedatangan pemudik yang ilegal, baik syarat maupun formilnya, maka akan menjalani karantina 5 X 24 jam di fasilitas isolasi.

"Dinamika angka Covid-19 begitu naik turun dan saat ini titik-titik kritis menjelang lebaran, maka bisa saja muncul aturan-aturan baru dari pusat yang nantinya diaplikasikan Kota Bogor," kata Kombes Pol. Susatyo Purnomo Condro.

Untuk memperkuat pengaturan di tingkat pusat perbelanjaan, akan dilakukan penutupan sementara jika terjadi kepadatan-kepadatan pengunjung, sehingga dimensi kesehatan dan ekonomi tetap diperhitungkan.

Dalam mendukung pelaksanaan larangan mudik, pihaknya menerjunkan 15.000 petugas gabungan, 1.200 personel di antaranya bertugas melakukan penghadangan dan sisanya memperkuat PPKM Mikro.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved