Nasib Pilu 4 Gadis Jawa Barat Dipaksa Melayani Pria di Papua, Dijanjikan Gaji Rp 12 juta Sebulan

Para korban itu dua di antaranya berasal dari Kabupaten Indramayu, satu korban asal Majalengka, dan satu korban asal Cirebon.

Penulis: Damanhuri | Editor: khairunnisa
Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
Keluarga saat menyambut anak gadisnya yang menjadi korban TPPO di Mapolres Indramayu, Minggu (15/8/2021). 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Nasib pilu harus dialami empat orang gadis muda asal Jawa Barat.

Ke-empat orang gadis di bawah umur ini tergiur dengan gaji belasan juta sebulan.

Ternyata, mereka malah jadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) untuk dipekerjakan di sebuah tempat karaoke di Papua.

Mereka bekerja menjadi pemandu lagu (PL) di daerah Paniai, Papua hingga tak bisa pulang ke kampung halamannya di Jawa Barat.

Bahkan jika menolak melayani, mereka akan dianiaya.

Dua di antaranya berasal dari Kabupaten Indramayu, satu korban asal Majalengka, dan satu korban asal Cirebon.

Baca juga: Video 27 Detik Mobil Goyang Viral, Sosok Wanita Panik Sampai Lupa Pakai Daleman saat Digerebek

Baca juga: Kronologi Gadis Indramayu Dipaksa Jadi Pemandu Lagu di Papua, Ibunda: Anak Saya Nangis Minta Pulang

Akibatnya, para gadis muda yang usianya kisarah 14 tahun itu hanya bisa pasrah dan menangis.

Rupnya, para gadis di bawah umur tergiur saat diiming-imingi gaji belasan juta untuk bisa bekerja di Papua.

Setelah mereka setuju para gadis di bawah umur ini dikirim ke Paniai, Papua untuk dipekerjakan sebagai pemandu lagu (PL) di sebuah tempat karoke.

Kapolres Indramayu, AKBP M Lukman Syarif melalui Kasat Reskrim Polres Indramayu, AKP Luthfi Olot Gigantara mengatakan, berdasarkan keterangan sementara, para korban ini diiming-imingi gaji sebesar Rp 12 juta per bulan.

Keluarga saat menyambut anak gadisnya yang menjadi korban TPPO di Mapolres Indramayu, Minggu (15/8/2021).
Keluarga saat menyambut anak gadisnya yang menjadi korban TPPO di Mapolres Indramayu, Minggu (15/8/2021). (Tribuncirebon.com/Handhika Rahman)

"Untuk modus, informasi sementara dari korban, mereka ini diiming-imingi gaji Rp 12 juta per bulan," ujar dia kepada Tribuncirebon.com di Mapolres Indramayu, Minggu (15/8/2021).

Korban pun saat ini sudah berhasil diselamatkan setelah dijemput dari Bandara Soekarno-Hatta.

Pada hari ini, keempat korban tiba di Mapolres Indramayu dan langsung disambut oleh pihak keluarga.

"Pertama saya ucapkan terima kasih kepada Polda Papua khususnya Polres Paniai, atas sinergitas yang sangat baik alhamdulillah hari ini 4 korban berhasil tiba di Indramayu dalam keadaan sehat," ujar dia.

Baca juga: Kronologi Jomblo Nekat Bunuh Temannya Karena Minta Dicarikan Istri, Korban Dipukul Besi saat Tidur

Para gadis korban TPPO saat tiba di Mapolres Indramayu, Minggu (15/8/2021).
Para gadis korban TPPO saat tiba di Mapolres Indramayu, Minggu (15/8/2021). (handhika Rahman/Tribuncirebon.com)
Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved