Didoakan Sang Anak Supaya Dihukum Mati, Nono Emosi Bongkar Alasannya Habisi Nyawa Guru SD di Bandung

Dalam kesempatan itu, Nono juga membantah kabar yang menyebut ia membunuh Aty karena tidak dilibatkan dalam pernikahan anaknya.

Penulis: khairunnisa | Editor: Damanhuri
Tribun Jabar
Didoakan Sang Anak Supaya Dihukum Mati, Nono (kiri) Emosi Bongkar Alasannya Habisi Nyawa Guru SD di Bandung (kanan) 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Emosi Kristian Nur Cahyo tak terbendung kala mendengar kabar pilu di Senin (7/2/2022) pagi.

Orangtua tunggal yang selama ini mengasuh dan merawatnya dibunuh secara keji.

Hati pria usia 26 tahun asal Bandung itu seketika panas saat mengetahui sosok yang menghabisi nyawa sang ibu.

Pria yang karib disapa Kris itu lantas melayangkan sumpah serapah kepada pelaku yang membunuh ibunya, Aty Rohaeni.

Detik-detik meninggalnya Aty Rohaeni menggegerkan warga Sadangserang.

Pasalnya, wanita usia 50 tahun yang berprofesi sebagai guru SDN 032 Tilil itu meregang nyawa disaksikan murid dan rekan kerjanya.

Peristiwa nahas itu belakangna diketahui Kris.

Mencari tahu lebih dalam, Kris pun kecewa karena yang membunuh ibunya ternyata adalah orang dekat.

Yakni ayah Kris atau mantan suami Aty Rohaeni, Nono.

Baca juga: Misteri Kematian Tukang Jamu di Garut Akhirnya Terkuak, Sang Pembunuh Ditangkap Usai 13 Bulan Buron

Pria usia 52 tahun itu tega menghabisi nyawa sang mantan istri dengan cara keji.

Kehilangan orang yang cintainya untuk selamanya, Kris pilu.

Sambil menahan amarah, Kris mengungkap sosok sang ayah yang membunuh ibunya.

Menurut Kris, ayahnya, Nono adalah orang yang temperamental.

"Ayah memang temperamen orangnya. Suka emosian. Tapi, apa yang dia lakukan kemarin itu saya pikir sudah melebihi batas kewajaran," kata Kris dilansir TribunnewsBogor.com dari Tribun Jabar, Selasa (8/2/2022).

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved