Viral Dugaan Pungli

Terungkap Sosok Wanita yang Curhat ke Jokowi karena Pamannya Dipenjara, Dirut PPJ: Selalu Melawan

Rupanya, sosok wanita yang menyampaikan curahan hatinya ke Jokowi itu bukan warga biasa. Wajahnya sudah dikenali oleh Dirut Perumda Pasar Pakuan Jaya.

Penulis: Vivi Febrianti | Editor: Soewidia Henaldi
Kolase TribunnewsBogor.com
Sosok Wanita yang Curhat ke Jokowi karena Pamannya Dipenjara, Wajahnya Sudah Dikenali Dirut Pasar 

Emiral menekankan kliennya merupakan pedagang di Pasar Bogor.

"Yang pasti dia punya lapak , keseharian dagang buah setiap hari di sana berjualan, bersama keponakan, kakak dan saudaranya," kata Emiral.

Kronologi versi Ujang, kata Emiral, berawal ketika sekelompok orang diduga preman menjual air mineral hingga plastik secara paksa.

Kedua barang itu pun dijual dengan harga tak normal pada PKL.

"Katanya Ujang, mencegah, jangan melakukan itu kalau mau jualan jangan maksa. dicegah setelah itu ujang menyahut menegur," kata Emiral.

Penuturan Ujang Sarjana, tindakan itu sudah terjadi selama bertahun-tahun di Pasar Bogor.

"Dari situ memantik kemarahan, mereka (preman) membawa sebilah golok, tapi berhasil dilerai sama pak Ade Kanafi. dari pihak mereka memukul slaah satu pedagang," katanya.

Anehnya, kata Emiral, pedagang yang dipukul itu sudah diperiksa namun kini statusnya justru masuk daftar pencarian orang ( DPO ).

"Banyak keganjilan, menurut kami ada rekayasa," kata Emiral.

Ujang Sarjana merupakan warga Rancamaya.

Ia sudah memiliki dua anak dan istrinya seorang ibu rumah tangga.

Emiral menyayangkan statment Wali Kota Bogor Bima Arya yang menyebut tak ada pungli di Pasar Bogor.

"Coba Wali Kota malam-malam mengendap-endap tanpa bawa jajarannya," kata Emiral.

Bima Arya di Mako Polresta Bogor Kota, Jumat (22/4/2022).
Bima Arya di Mako Polresta Bogor Kota, Jumat (22/4/2022). (TribunnewsBogor.com/Rahmat Hidayat)

Jokowi Perintahkan Kapolda Jabar Usut

Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) sempat menerima curhatan pedagang  saat meninjau sejumlah pasar di Bogor, Jawa Barat, pada Kamis kemarin, (21/4/2022).

Pedagang tersebut mengadu kepada Presiden kalau kerabatnya ditangkap Polisi hanya karena menolak pungli.

Terkait hal itu, Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin mengatakan bahwa Presiden langsung menindaklanjuti pengaduan tersebut.

"Presiden selalu berusaha merespons dengan cepat hal yang disampaikan masyarakat kepada dirinya," kata Bey, Jumat (22/4/2022).

Ia mengatakan Presiden langsung meminta Sekretaris Kabinet Pramono Anung untuk mencatat pengaduan tersebut.

Presiden pun telah memerintahkan Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Suntana untuk mencari kejelasan kasus tersebut.

"Kemarin juga pihak Kepolisian sudah menjelaskan kepada media hal yang diadukan warga tersebut," katanya.

Menurutnya aspirasi atau pengaduan yang disampaikan warga kepada Presiden tersebut merupakan hal biasa.

Setiap blusukan ke daerah presiden kerap mendengarkan langsung aspirasi masyarakat, bauk itu petani, nelayan, maupun pedagang.

Presiden Jokowi Sedang Membagikan Kaos dan Amplop Kepada Masyarakat Di Pasar Bogor, Kamis (21/4/2022).
Presiden Jokowi Sedang Membagikan Kaos dan Amplop Kepada Masyarakat Di Pasar Bogor, Kamis (21/4/2022). (TribunnewsBogor.com/Muamarrudin Irfani)

 

Misalnya saat meninjau lahan jeruk di Sumatera Utara, Presiden menelpon langsung Menteri Pertanian karena masalah yang disampaikan berkaitan dengan pertanian.

"Kemudian saat kemarin berkunjung ke kampung nelayan, Presiden menelpon Menteri Agraria dan Tata Ruang karena terkait dengan status lahan," pungkasnya.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved