'Ingin Keluarga Utuh', Curhat Mantan Supervisor yang Kini Berprofesi Jadi Badut Jalanan di Bogor

Kehidupan adalah resiko panjang yang harus ditempuh untuk mengenali kodrat sebagai manusia.

Penulis: Rahmat Hidayat | Editor: Damanhuri
TribunnewsBogor.com/Rahmat Hidayat
Ferdy Badut Jalanan yang setiap hari bekerja di Lampu Merah Yasmin yang merupakan mantan Supervisor Restoran Jepang, Sabtu (23/7/2022). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Rahmat Hidayat

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR BARAT - Kehidupan adalah resiko panjang yang harus ditempuh untuk mengenali kodrat sebagai manusia.

Kehidupan yang fana memang sesuatu yang tidak bisa dihindarkan bagi semua insan yang bernafas di muka bumi.

Hidup diantara ribuan manusia yang terus bersaing, kehidupan kota yang terus bergerak cepat, membuat manusia harus terus menemukan jati dirinya.

Apabila tertinggal satu langkah saja, perkembangan zaman bukan tidak mungkin akan menggerus dengan sendirinya.

Namun, kehidupan yang fana ini kerap ditutupi dengan suatu kebahagian.

Kebahagian yang diciptakan sangat beragam.

Mulai dari kebahagian mental dan pikiran, serta kebahagiaan karena harta.

Masyarakat tentunya bisa memilih dan bertaruh dengan dua pilihan itu.

Bisa bahagia karena banyak uang tetapi mental dan hati tidak bahagia, atau bisa bahagia dengan hati dan mental yang sehat namun hidup sederhana.

Pilihan itu pun menjadi persoalan bagi seorang warga Kota Bogor bernama Ferdy (35).

Dirinya yang kini berprofesi sebagai badut jalanan ini harus diberatkan dengan dua pilihan itu ketika kehidupannya terjamin dalam hal materi.

Bukan tanpa sebab, Ferdy yang merupakan Supervisor restoran Jepang selama 8 tahun ini, bisa meraup puluhan juta dalam sebulan.

Kehidupan yang dinamis serta berkecukupam dalam hal materi, justru membuat kehidupannya tidak terjamin bahagia.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved