Kasus Pembunuhan di Subang

TKP Subang Sudah Dikembalikan ke Yosef, Pengacara Danu Protes: Biasanya Dibuka Setelah Ada Putusan

Pencopotan polie line di TKP pembunuhan Subang dipertanyakan oleh kuasa hukum Danu, Achmad Taufan.

Penulis: Vivi Febrianti | Editor: Damanhuri
kolase
Pengacara Danu, Achmad Taufan, mempertanyakan pembukaan police line di TKP pembunuhan Subang. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Rumah TKP pembunuhan ibu dan anak di Subang, Jawa Barat terus disorot.

Setelah sebelumnya tampak ditumbuhi ilalang yang tinggi, rumah yang ditinggali Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Ratu semasa hidup itu kini sudah dikembalikan ke Yosef.

Police line di TKP pun saat ini sudah dicopot dan kabarnya akan segera dibersihkan oleh Yosef.

Namun police line yang sudah dicopot di TKP itu dipertanyakan oleh Kuasa hukum Danu, Achmad Taufan.

Sebagai suami dan ayah dari korban, Yosef secara langsung menerima kunci yang diserahkan dari pihak penyidik Polda Jabar.

Sesaat setelah menerima kunci tersebut, kepada wartawan Yosep mengaku berencana akan mewakafkan rumahnya tersebut untuk dijadikan tempat ibadah.

"Alangkah lebih baiknya ini dijadikan tempat rumah ibadah, kita wakafkan jadikan masjid, supaya banyak orang yang berdoa minimal ada yang mendoakan korban," kata Yosef dilansir dari TribunJabar.id, Kamis (18/8/2022).

Mudah-mudahan dengan dibangun mesjid di rumah yang menjadi saksi bisu kasus perampasan nyawa anak dan istrinya, bisa menjadi amal jariyah untuk korban.

"Kita ingin, doa dan pahala terus mengalir kepada anak dan istri saya yang tak berdosa, yang nyawanya dihilangkan secara sadis oleh pelaku yang hingga saat ini belum ketemu siapa pelakunya," ucapnya.

Sementara itu, Pengacara Yosef, Rohman Hidayat membantah kalau rumah tersebut akan dijadikan masjid.

Baca juga: Setahun Kosong, Pengacara Yosef Rasakan Keanehan saaat Masuk TKP Kasus Subang : Bau Amis Bercampur

Menurut dia, rumah tersebut sebaiknya tidak dialih fungsikan dulu sampai menunggu adanya tersangka dalam kasus pembunuhan tersebut.

Dilansir dari tayangan Tribun Talks di Youtube TribunnewsBogor, Kamis, Rohman Hidayat mengatakan kalau pengungkapan kasus yang lamban ini berpengaruh pada kehidupan sosial Yosef.

"Pak Yosef tidak jelas dia pulang ke mana, rumahnya akan seperti apa nantinya. Baru setelah kita kirim surat terbuka ke Presiden tembusan Kapolri, beberapa hari kemudian Polda langsung menelpon Pak Yosef akan menyerahkan TKP yang setahun dikuasi kepolisian," jelasnya.

Rohman Hidayat juga menggambarkan kondisi TKP yang sudah rusak bahkan beberapa ada yang hilang.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved