Polisi Tembak Polisi

Adegan Sebelum Eksekusi Brigadir J Diatur Ferdy Sambo, Putri Diminta dalam Kamar, Bharada E : Siap!

Selain penulis skenario, Ferdy Sambo pun bertindak sebagai sutradara, hingga mengarahkan adegan para pemain, Putri dan Bharada E sebelum eksekusi

Tayang:
Penulis: Uyun | Editor: Tsaniyah Faidah
kolase TribunBogor
pembunuhan Brigadir J direncanakan dan disutradarai Ferdy Sambo, Putri Candrawathi dan Bharada E diminta lakukan ini 

Rupanya, penyusunan skenario pembunuhan Brigadir J ini dilakukan Ferdy Sambo di rumah pribadinya, di kawasan Saguling Tiga.

Sementara itu, untuk eksekusi pembunuhan Brigadir J dilakukan di rumah dinas Ferdy Sambo di kawasan Duren Tiga.

Sebelum mengeksekusi Brigadir J, Ferdy Sambo kemudian memanggil para ajudan terpilihnya, yakni Brigadir RR, Bharada E hingga sang sopir KM.

Kepada 3 anak buahnya, Ferdy Sambo mengingatkan job desk atau pembagian tugas masing-masing ketika Brigadir J dieksekusi.

"Kemudian, setelah itu dia memanggil KM, RR dan Richard itu. Untuk dia kasih arahan bahwa kalian harus lakukan ini, ini, itu begitu. Itu dia akui," ungkap ketua Komnas HAM.

Baca juga: Tangisan Putri Candrawathi Sebelum Brigadir J Dibunuh, Ferdy Sambo Murka Suruh Bharada E Lakukan Ini

Setelah skenario sudah tersusun rapi dan para pemain menyatakan siap, Ferdy Sambo pun mengarahkan istrinya, Putri Candrawathi untuk pergi duluan ke rumah dinas.

Para ajudan yang lain, seperti Bharada E, Brigadir RR hingga KM pergi bersama Putri Candrawathi.

Giliran Ferdy Sambo melakukan adegannya.

Ferdy Sambo kemudian pura-pura pergi dikawal motor patwal setelah Putri Candrawathi dan para ajudannya ke rumah dinas.

Di depan rumah dinas, Ferdy Sambo berakting pura-pura berhenti lantaran menerima telpon Putri Candrawathi.

detik-detik sebelum pembunuhan Brigadir J, Ferdy Sambo sempat melintas di rumah dinas
Ferdy Sambo sempat melintas di rumah dinas, pura-pura ditelpon Putri Candrawathi lalu masuk ke rumah untuk eksekusi Brigadir J (Youtube CNN Indonesia)

Rupanya, hal itu hanya sebagai alasan agar Ferdy Sambo bisa masuk ke rumah dinas tanpa dicurigai.

Tak hanya itu, saat Ferdy Sambo masuk ke rumah dinasnya, proses eksekusi pembunuhan Brigadir J belum dilakukan.

"Kemudian ibu PC dan rombongan pergi ke rumah dinas, kemudian dia menyusul. Itu mengesankan seolah-olah dia mau pergi ke tempat lain.

Terus tiba-tiba dia balik begitu. Dia katakan, itu yang dia skenariokan

Sebetulnya dia akan ke TKP untuk melakukan eksekusi terhadap Yosua, begitu," ungkap ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik.

Baca juga: Akui Jadi Otak Pembunuhan Brigadir J, Ferdy Sambo Juga Hilangkan Barang Bukti CCTV di TKP

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved