Gandeng KP2C, Perumda Tirta Kahuripan Berkomitmen Jaga Sungai Tetap Bersih

KP2C selama ini dikenal sebagai komunitas yang berkonsentrasi pada sistem peringatan dini bencana banjir dan tata kelola lingkungan sungai.

Editor: Damanhuri
istimewa
Gandeng KP2C, Perumda Tirta Kahuripan Berkomitmen Jaga Sungai 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Perusahaan Umum Air Minum Daerah (Perumda) Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor menggandeng Komunitas Peduli Sungai Cileungsi Cikeas (KP2C) untuk meningkatkan mitigasi bencana di sekitar Sungai Cikeas dan Cileungsi.

Direktur Umum Perumda Tirta Kahuripan, Abdul Somad mengungkapkan, KP2C selama ini dikenal sebagai komunitas yang berkonsentrasi pada sistem peringatan dini bencana banjir dan tata kelola lingkungan sungai.

Dengan deteksi dini sumber air terhadap ancama banjir atau pencemaran lingkungan, kata dia, maka pihaknya memiliki waktu untuk melakukan antisipasi agar tidak menimbulkan kerugian lebih besar.

“Sekaligus memaksimalkan pasokan air reservoir untuk menjaga aliran air bersih kepada para pelanggan tetap normal,” kata dia.

Dia mengungkapkan, Perumda Tirta Kahuripan dan KP2C akan mengajak dinas teknis terkait melakukan susur sungai untuk melihat langsung keadaan vegetasi sungai dan dampak pembuangan limbah industri terhadap kualitas air sungai.

“Apalagi sebentar lagi masuk musim kemarau yang diprediksi terjadi bulan Maret. Biasanya kualitas air sangat buruk saat kemarau, bahkan tidak dapat diolah menjadi air bersih yang akan merugikan masyarakat,” kata dia dalam keteranganya, Kamis (19/1/2023)

Abdul Somad berharap, dinas terkait memberi sanksi tegas pada perusahaan-perusahaan nakal yang selalu membuang limbah ke sungai, sekaligus mengedukasi agar timbul kesadaran untuk menjaga ketersediaan air bersih.

Sementara itu Ketua KP2C, Puarman menyebutkan, penurunan kualitas air disebabkan pembuangan limbah dari home industri dan industri besar.

“Belum lagi sampah rumpun bambu dan rumah tangga. Kami akan berupaya memberi peringatan dini jika terjadi banjir di hulu sungai,” kata dia.

Diharapkan, peringatan dini tersebut dalam dimanfaatkan masyarakat untuk evakuasi dan antisipasi, khususnya bagi mereka yang tinggal di bantaran sungai.

“Selain patroli susur sungai, kami juga memberikan edukasi kepada masyarakat agar sungai menjadi tempat menguntungkan secara ekonomi dan ekologi,” tutupnya

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved