Santriwati di Bogor Laporkan Pimpinan Ponpes ke Polisi, Merasa Dilecehkan Dada Digerayang Saat Tidur

S dilaporkan oleh santriwatinya sendiri karena diduga melakukan pelecehan seksual. Bahkan, korban pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum pimpinan

|
Penulis: Reynaldi Andrian | Editor: widi bogor
Istimewa/Kolase
Oknum pimpinan Ponpes di Tenjolaya, Kabupaten Bogor dilaporkan oleh santriwatinya sendiri, karena diduga melakukan pelecehan seksual, yang di mana pelaku menggerayangi dada korban di asrama Ponpesnya dengan maksud untuk membangunkannya dan mengajak nonton bareng di lingkungan Ponpes. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Seorang oknum pimpinan pondok pesantren (Ponpes) di wilayah Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor, dilaporkan ke polisi.

S dilaporkan oleh santriwatinya sendiri karena diduga melakukan pelecehan seksual.

Bahkan, korban pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum pimpinan Ponpes ini tak sanya seorang saja.

Korban yang diduga dilecehkan saat itu sedang terlelap tidur di lingkungan Ponpesnya.

Lalu, pelaku mengaku membangunkan korban tersebut karena hendak mengajak nonton bareng di Ponpes.

Tetapi, merasa dibangunkan dengan cara tak wajar, santriwati itupun melaporkannya ke orang tua.

Dada korban digerayangi

Kasi Humas Polres Bogor, Iptu Desi Triana mengungkapkan bahwa korban yang digerayangi oleh onkum pimpinan Ponpes ini ada dua santri.

Bahkan, menurutnya peristiwa tersebut terjadi pada bulan Mei 2023 lalu.

Selama beberapa pekan korban pun bungkam dengan kelakuan S saat itu.

Akhirnya, korban berani melaporkan kasus itu ke orang tuanya.

Lalu, orang tua korban pun langsung melaporkan ke polisi.

"Diketahui dua orang yang lapor orang tuanya," kata Kasi Humas Polres Bogor Iptu Desi Triana saat dikonfirmasi TribunnewsBogor.com, Senin (5/6/2023).

Baca juga: Modus Oknum Pimpinan Ponpes Cabul di Bogor, Gerayangi Dada Santri yang Sedang Tidur

Saat kejadian, kata Iptu Desi Triana korban sedang tidur di asrama pondok pesantren.

Melihat korban terlelap tidur, pelaku pun memanfaatkannya.

Iptu Desi Triana mengungkapkan, saat itu pelaku diduga menggerayangi korban.

Bahkan, dada santriwati itupun digerayangi.

Alasan pelaku, menurutnya agar santriwati itu bangun untuk nonton bareng di lingkungan Ponpes.

Aksi bejat pelaku itu terjadi pada bulan lalu.

"(Pengakuan korban) Dielus-elus badannya, dadanya," kata Iptu Desi Triana.

Seorang pimpinan sebuah pondok pesantren (ponpes) di wilayah Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor diduga melakukan pelecehan seksual kepada anak santrinya.
Seorang pimpinan sebuah pondok pesantren (ponpes) di wilayah Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor diduga melakukan pelecehan seksual kepada anak santrinya. (Istimewa/Dok Polres Bogor)

Kasus berakhir damai

Sementara itu, Kapolsek Ciampea, Kompol Suminto mengungkapkan, pihaknya menerima laporan tersebut dari orang tua santriwati.

Laporan itu, menurutnya soal diduga pelecehan seksual yang dilakukan oleh pimpinan Ponpes.

Pinpinan Ponpes itu, kata Kompol Suminto membangunkan santriwati karena akan menonton bareng di Ponpesnya.

"Aduan santri kepada orang tuanya, bahwa yang bersangkutan merasa dilecehkan pada saat dibangunkan dan nonton bareng dilingkungan ponpes," kata Kompol Suminto dalam keterangannya kepada wartawan, Senin (5/6/2023).

Dalam kasus ini, menurutnya kedua belah pihak yang bersangkutan sudah dipertemukan.

Baca juga: Modus Oknum Pimpinan Ponpes Cabul di Bogor, Gerayangi Dada Santri yang Sedang Tidur

Merekapun melakukan mediasi terkait tuduhan tersebut.

Kompol Suminto menjelaskan bahwa pimpinan Ponpes itu tak mengaku akan perbuatannya ke satriwatinya.

Maka dari itu, pihak Ponpes dan keluarga korban melakukan mediasi.

"Pimpinan ponpes sendiri menjelaskan bahwa dirinya tidak pernah melakukan pelecehan kepada para santri seperti yang dituduhkan kepadanya," kata Kompol Suminto.

Dari hasil mediasi itu, kedua pihak sepakat untuk berdamai.

Sehingga, kasus ini tidak berlanjut ke ranah hukum.

"Hasil kesepakatan dalam mediasi tersebut dituangkan dalam surat pernyataan dan ditandatangani kedua belah pihak," ungkap Kompol Suminto.

Baca juga: Santri Sedang Sholat Jumat, Ruangan Ponpes di Leuwisadeng Bogor Hangus Terbakar

Bahkan, satriwati yang diduga menjadi korban pelecehan seksual itu tidak lagi tinggal di asrama Ponpes.

Kini mereka tinggal di rumahnya masing-masing.

Dikrtahui, kedua santriwati itu saat ini berada di bangku kelas 1 dan 2.

Setelah mereka lulus, keduanya berencana akan pindah sekolah.

Lalu, untuk santri kelas 3 akan tetap belajar di Ponpes hingga lulus.(*)

 

(TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy/Reynaldi)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved