Kasus Pembunuhan di Subang

INI Identitas 3 Saksi Kasus Subang yang Diperiksa Lagi, Danu Akan Jadi Tersangka? Pengacara Bersuara

Akhirnya kasus Subang kembali diselidiki Polda Jabar. Ada tiga saksi yang kembali diperiksa oleh penyidik. Sosoknya diungkap Indra Zainal

Penulis: khairunnisa | Editor: widi bogor
Youtube channel Indra Zainal Chanel
Akhirnya kasus Subang kembali diselidiki Polda Jabar. Ada tiga saksi yang kembali diperiksa oleh penyidik. Sosoknya diungkap Indra Zainal selaku kepala desa Jalan Cagak, lokasi pembunuhan ibu dan anak, Tuti dan Amalia yang datang langsung ke TKP tersebut 

Sebelumnya diwartakan, Dedi yang kembali diperiksa penyidik sempat bercerita kepada Indra Zainal terkait Yayasan Bina Prestasi Nasional.

Cerita perihal yayasan milik Yosef dan mendiang Tuti itu pun sempat diurai Dedi dalam kanal Youtube Yahya Mohammed.

Dikutip TribunnewsBogor.com, Dedi mengungkap sosok yang ketakutan ditanya soal kasus Subang. Ternyata ada yang diam-diam ketakutan saat disinggung kasus pembunuhan keji tersebut.

Bukan kerabat, suami atau anak-anak, sosok yang ketar-ketir tersebut adalah Wahyu, mantan kepala sekolah Yayasan Bina Prestasi.

Diceritakan Dedi, Wahyu sejatinya masih menjabat sebagai kepala sekolah pasca-peristiwa pembunuhan.

Pun saat pencarian Dana BOS untuk sekolah, Wahyu masih yang penanggung jawab.

Nyaris dua tahun buntu, kasus Subang yakni pembunuhan ibu anak Tuti dan Amalia kembali jadi sorotan. Satu saksi bernama Dedi (kiri) kembali diperiksa pihak penyidik Polda Jabar
Nyaris dua tahun buntu, kasus Subang yakni pembunuhan ibu anak Tuti dan Amalia kembali jadi sorotan. Satu saksi bernama Dedi (kiri) kembali diperiksa pihak penyidik Polda Jabar (kolase Youtube)

Namun pada Oktober 2021 usai dua bulan pembunuhan, gelagat Wahyu terlihat aneh.

Yakni pada saat hendak mencairkan Dana BOS, Wahyu tak mau didampingi Dedi, Yosef selaku pemilik yayasan dan suami almarhum Tuti.

"Dulu pernah mau pencarian sama Wahyu, itu enggak mau sama saya sama Yosef, dia pengin sama anggota (kepolisian). Pas pencarian dijemput (oleh pihak kepolisian), dalam rangka pencairan BJB itu," ujar Dedi.

Baca juga: Nasib Kasus Pembunuhan di Subang, Hampir 2 Tahun Berlalu, Rumah Tuti dan Amel Kini Berpenghuni?

Padahal kala itu Dedi hendak menerima Dana BOS sebesar Rp77 juta untuk SMK dan Rp51 juta untuk SMP.

Atas perilakunya tersebut, Dedi sempat curhat ke Dedi. Bahwa ia takut rahasia yayasan terbongkar gara-gara kasus pembunuhan tersebut.

"Wahyu sempat takut sama media, takut ditanya-tanya. Waktu saya ngobrol sama Wahyu, kemungkinan dari yayasan takut terbongkar, kan dia tanda tangan apa-apa. Misalnya pembunuhan, nyangkutnya dari yayasan. Takutnya gitu kata Wahyu," pungkas Dedi.

"Waktu BAP juga (Wahyu) langsung sakit, enggak kuat mental, sempat izin kan dulu hilang katanya," sambungnya.

Baca berita lain TribunnewsBogor.com di Google News 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved