Sisi Lain Bogor
Berkunjung ke Museum Situs Pasir Angin Cibungbulang Bogor, Koleksinya Artefak Zaman Prasejarah
Jauh sebelum memasuki era modern yang serba canggih seperti saat ini, peradaban manusia pernah berada pada titik 180 derajat kebalikannya.
Penulis: Muamarrudin Irfani | Editor: Yudistira Wanne
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Muamarrudin Irfani
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBUNGBULANG - Jauh sebelum memasuki era modern yang serba canggih seperti saat ini, peradaban manusia pernah berada pada titik 180 derajat kebalikannya.
Ya, manusia dahulu kala hidup hanya bergantung dengan alam yang jauh dari kata teknologi.
Untuk melihat sekilas zaman itu, maka kita bisa mengunjungi Museum Situs Pasir Angin yang berada di Desa Cemplang, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor.
Sesuai dengan namanya, di tempat tersebut berisi koleksi hasil temuan Pusat Penilitian Arkeologi Nasional yang melakukan eskavasi benda prasejarah di wilayah tersebut.
Juru Pelihara Museum Situs Pasir Angin, Saefullah mengatakan, tempat edukasi sejarah ini didirkan pada tahun 1976.
"Sebetulnya dulu tidak diperuntukan untuk museum, hanya untuk menempatkan benda-benda temuan di Bukit Pasir Angin, saking banyaknya temuan, dengan seiring banyak temuan sekitar tahun 1984 maka dibuka untuk umum," ujarnya kepada TribunnewsBogor.com, Sabtu (4/11/2023).
Di Situs Pasir Angin ini banyak sekali artefak-artefak purbakala yang masih tersisa setelah ribuan tahun terpendam di dalam tanah.
Saefullah menerangkan, temuan-temuan yang ditemukan hasil eskavasi arekolog itu diperkirakan dibuat pada zaman batu besar yaitu Megalitikum atau Perundagian.
"Untuk garis pertanggalannya itu ada 14 sampel arah yang sudah dibawa ke Australia untuk diteliti, menghasilkan pertanggalan yang absolut yaitu sekitar 200 sampai 600 tahun sebelum Masehi," ungkapnya.
Tak heran jika berkunjung ke sana, pengunjung akan merasa asing dengan benda-benda yang dikoleksi karena bentuk dan bahan artefak-artefak tersebut sangat berbeda dengan benda-benda yang digunakan saat ini.
Adapun artefak-artefak yang ada di museum tersebut meliputi alat bertani, alat berburu, hingga perhiasan pada zaman itu.
"Kurang lebih ada 109 pcs, cuma tidak semua dipajang dietalase, masih ada sebagian yang disimpen di gudang," terangnya.
Dari berbagai koleksi hasil eskavasi di area perbukitan tersebut, yang paling menarik perhatian adalah topeng emas.
Topeng tersebut, kata dia, dahulunya diperuntukan untuk orang yang sudah meninggal dengan kepercayaan mereka.
Bahkan, topeng tersebut di Indonesia hanya ditemukan dua buah, yakni di Pasir Angin itu sendiri dan di Goa, Sulawesi Selatan.
Akan tetapi, topeng emas tersebut kini tak lagi berada di Museum Situs Pasir Angin, melainkan berada di Museum Pusat Penelitian Arkeologi Nasional.
Sedangkan yang di Museum Situs Pasir Angin sendiri hanya menampilkan gambar dari topeng emas dengan sedikit penjelasan di dalamnya.
"Bahannya emang dari emas, fungsinya waktu itu digunakan sebagai penutup wajah orang yang sudah meninggal. Orang yang sudah meninggal ditutupi dengan topeng ini dengan asumsi bahwa agar tidak gentayangan lagi di muka bumi," ungkapnya.
Tak hanya itu, di depan museum ini juga terdapat batu besar yang digunakan sebagai tempat ritual pada zaman itu.
Batu tersebut disebut dengan batu monolit atau batu menhir.
Selain itu, di Museum Pasir Angin juga menyimpan sejumlah patung arca. Akan tetapi benda tersebut bukanlah hasil eskavasi di Bukit Pasir Angin, melainkan dari Gunung Kapur, Ciampea yang dipindahkan pada tahun 1981.
Namun sayangnya, arca-arca tersebut sudah dalam kondisi yang tak utuh.
Dipindahkan kesini sebagai koleksi dalam kondisi hancur seperti ini karena dulu di Gunung Ciampea itu diambilin karang atau kapurnya menggunakan bahan peledak, kemungkinan ini kena dan sebagainya oleh tangan-tangan tak bertanggung jawab," pungkasnya.
Bagi yang penasaran dengan koleksi yang ada di Museum Situs Pasir Angin ini bisa langsung datang ke lokasi yang berbatasan dengan Leuwiliang.
Tidak ada biaya tiket masuk untuk mengunjungi Museum Situs Pasir Angin ini.
Museum Situs Pasir Angin
Desa Cemplang
Kecamatan Cibungbulang
Kabupaten Bogor
Saefullah
TribunnewsBogor.com
Menilik Jembatan Ledeng Sindangsari Kota Bogor, Ternyata Usianya Sudah Lebih dari 1 Abad |
![]() |
---|
Kisah Tembok Tinggi RS UMMI Kota Bogor, Rupanya Usianya 2 Abad, Pernah Jadi Tempat Pembuatan Granat |
![]() |
---|
Sisi Lain Lapangan Sempur Kota Bogor, Dirancang Arsitek Belanda Sampai Jadi Tempat Pidato Bung Karno |
![]() |
---|
Kisah Arif Satgas Pelajar Kota Bogor, 18 Tahun Bubarkan Tawuran, Tak Berhenti Meski Diancam |
![]() |
---|
Mengulik Sejarah Bakal Kantor Gubernur Dedi Mulyadi, 100 Tahun Lebih Tua dari Balai Kota Bogor |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.