JANGGAL Pengakuan Mulyana Soal Alasan Mutilasi Pacar Karena Hamil, Hasil Autopsi Korban Mengejutkan

Pengakuan pemuda bernama Mulyana yang membunuh dan memutilasi pacarnya karena hamil disebut janggal. Hasil autopsi korban bongkar fakta sebenarnya.

Penulis: khairunnisa | Editor: khairunnisa
kolase Youtube channel tv one news dan Tribunnews
PRIA MUTILASI PACAR: Tangkapan layar sosok Mulyana pemuda asal Serang yang jadi pelaku pembunuhan. Pengakuan pemuda bernama Mulyana yang membunuh dan memutilasi pacarnya karena hamil disebut janggal. Hasil autopsi korban bongkar fakta sebenarnya, disadur pada Selasa (22/4/2025). 

Dilansir dari TribunnewsBogor.com, Dokter Ahli Unit Forensik Biddokes Polda Banten, Donald Rinald menyebut tidak ditemukan janin di rahim korban.

"Kalau masalah hamil, memang pada saat autopsi kami angkat itu rahimnya (korban) kosong. Jadi kami tidak bisa memastikan apakah itu hamil atau tidak," imbuh Donald Rinald.

Meski begitu, tim dokter menyebut masih ada bagian korban yang belum diautopsi.

Hal itu karena bagian tangan korban yang dimutilasi pelaku masih belum ditemukan.

"Secara histopatologi forensik memang tadi baru diperiksa pada tungkai kanan dan kiri itu menandakan bahwa itu didapatkan kekerasan tajam pada saat korban masih hidup," kata Donald Rinald.

Baca juga: Pelaku Mutilasi di Banten yang Pernah Masuk TV Saat SD Dikenal Pendiam, Kini Terancam Hukuman Mati

Kronologi Mulyana bunuh dan mutilasi korban

Sebelumnya diwartakan, polisi mengurai kronologi Mulyana menghabisi nyawa sang kekasih.

Pada Minggu (13/4/2025)  Mulyana mengajak SA untuk membeli bakso di wilayah Ciomas, Serang.

Sebelumnya, Mulyana dan SA sempat bersitegang saat SA mengakui dirinya hamil.

Setelah menjemput SA, Mulyana pun mengajak sang pacar ke wilayah Peninjauan dengan dalih untuk membicarakan soal tanggung jawab kehamilan.

Usai dari lokasi Peninjauan, Mulyana mengajak SA ke Gunung Kupa dengan alasan hendak COD barang.

Di momen itulah Mulyana mengarahkan sepeda motornya untuk menuju ke perkebunan karet yang sepi lalu masuk ke hutan.

Merasa kondisi aman, Mulyana langsung mencekik korban menggunakan kerudung SA.

Melihat SA tak sadarkan diri, Mulyana langsung mendorong korban dari tebing lalu kembali mencekiknya.

Tak puas dengan aksi kejinya, Mulyana pulang ke rumah lalu mengambil golok.

Ternyata golok tersebut dipakai Mulyana untuk memutilasi tubuh korban.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved