Skakmat Pelapor KDM, Guru di Finlandia Ungkap Fakta: Terimakasih Pak Dedi Sudah Bawa Sistem di Sini
Warga Negara Indonesia (WNI) yang jadi guru TK di Finlandia, Diana, mengungkap sistem pendidikan di negara tersebut.
Penulis: Vivi Febrianti | Editor: Vivi Febrianti
"Cuma tidak diajarkan kalau di Indonesia baris berbaris, kayak wajib militer. Cuma caranya kurang lebih sama, mirip lah, jadi khusus untuk anak-anak bandel," beber Diana.
Anak nakal yang masuk ke sekolah itu, kata Diana, merupakan siswa yang tidak mau sekolah, sering tawuran, atau anak-anak yang sudah kecanduan mengonsumsi minuman beralkohol aatu barang terlarang.
"Sistemnya sama, dia akan dimasukkan ke sekolah ini, dan menginap di situ. Jadi dia tidak tinggal dengan keluarganya. Kalau sakit ada dokter bisa dibawa ke rumah sakit, ada psikolog, ada gurunya juga, dia sekolah juga," ungkapnya.
Namun perbedaan lainnya, yakni anak-anak tetap belajar di sekolah asal mereka.
Baca juga: Sosok Sofiyah, Emak-emak yang Skakmat Ono Surono Soal Anak Masuk Barak Militer, Tetangga Pelapor KDM
"Dia sekolah tidak di situ, ditaruh di sekolahan tapi untuk antar jemput itu oleh bapak polisi. Pertanyaanku, TNI sama polisi sama-sama gak? Beda ya? Tapi itu militer juga gak sih, jatuhnya sama-sama aparat negara kan, aparat keamanan. Jadi dia antar jemputnya sama bapak polisi," urai Diana lagi.
Sama seperti di Jawa Barat, kata Diana anak-anak nakal itu juga mendapat fasilitas gratis.
"Mereka tetap mendapatkan pendidikan, mereka dapat makan gratis juga, karena disediakan sama pemerintahnya, mereka dapat ilmu yang gak bisa dia dapatkan di lingkungan tempat dia tumbuh," ucapnya.
"Misal dia korban dari orangtua yang sering berantem, dia jadi anaknya semaunya sendiri, karena orang tua yang nggak bertanggung jawab. Dikirimlah ke situ, begitu. Pokoknya anak-anak nakal akan dikirim ke situ, begitu. Jadi prosesnya sama, sistemnya kurang lebih sama," tambah Diana.
Ia juga mengungkap, selain jadi jadi negara maju dengan pendidikan terbaik nomor satu di dunia, Finlandia juga menjadi negara paling bahagia di dunia selama delapan tahun berturut-turut.
"Karena sistemnya bagus, warganya sejahtera. Karena pemerintah kita menyediakan tempatnya, menyediakan layanan untuk masyarakat yang membutuhkan bantuan. Dalam hal ini anak-anak yang butuh bantuan," ungkap dia.
Diana pun memuji program Dedi Mulyadi yang menurutnya sama dengan sistem di Finlandia.
"Jadi secara gak langsung, aku di sini mau bilang kepada Gubernur Jawa Barat, bapak hebat karena sudah menerapkan sistem yang ada di sini, dibawa ke Indonesia negara kita tercinta," katanya.
Baca juga: LAWAN Pelapor Dedi Mulyadi, Emak-emak Ini Bela KDM Soal Anak Masuk Barak Militer, Argumennya Dipuji
Diana tulus memuji Dedi Mulyadi tanpa adanya unsur politik, apalagi dirinya bukan merupakan warga asal Jawa Barat.
"Jadi untuk aku pribadi, aku bukan masyarakat Jawa Barat, aku asal Sumatera yang tinggal di Finlandia. Jadi gak ada urusan dengan politik. Aku hanya ingin menginformasikan bahwa sistem itu tuh luar biasa hebat," katanya.
"Jadi kalau bilang HAM aku kurang paham, cuma untuk sistemnya ya kurang lebih sama. Walaupun agak berbeda tapi mirip lah, dan itu keren. Jadi di sini anak-anak nakal juga akan dikirim, cuma bukan ke barak, tapi dikirim ke family center. Orangtua bisa nengok seminggu sekali," tandasnya.
Video Diana itu juga diunggah lagi di akun TikTok @dedimulyadiofficial.
"Mari kita cari tahu sekaligus pencerahan dari Kak @diananjs WNI yang tinggal di Finlandia," tulis KDM di akun TikToknya.
Ikuti saluran Tribunnews Bogor di WhatsApp :
Kekecewaan Anak Diplomat Arya Daru Gagal Pindah ke Finlandia, Curhat ke Eyangnya: Ayah PHP Alya |
![]() |
---|
Dedi Mulyadi Murka Ada Balita Tewas Akibat Cacingan, Kisahnya Miris: Ibunya ODGJ, Ayahnya TBC |
![]() |
---|
Analisa Mengejutkan Dokter Soal Balita Meninggal Karena Tubuh Jadi Sarang Cacing, KDM Bereaksi Tegas |
![]() |
---|
Bukan Nyi Roro Kidul, Ternyata Ini Sosok Penari Cantik Disambut Dedi Mulyadi Saat Kirab Merah Putih |
![]() |
---|
Rayakan HUT ke-80 Jawa Barat, Dedie Rachim Berdoa Jabar Dijauhkan dari Segala Bencana |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.