Info UMKM Bogor
Diracik Manual Tanpa Blender, Sambal Batak dari Bogor Ini Berhasil Tembus Pasar Nasional
Berawal dari hobi memasak yang diturunkan langsung dari ibunya, Berlian mencoba membuat sambal rumahan tanpa pengawet dengan bahan premium.
Teknik produksi di Dapur Tomburi tergolong presisi, suhu minyak 100 derajat, dua kali proses tumis, lalu pengemasan dalam botol kaca panas 80 derajat sebelum direbus kembali selama 30 menit.
“Bahannya ditumbuk dulu, lalu ditumis di suhu yang sama. Tidak menggunakan blender. Botol kaca panas 80 derajat, kemudian direbus 30 menit,” tutur Berlian.
Setiap bahan yang dipakai harus segar, disortir ketat, dan bahkan lumpang yang dipakai untuk menumbuk sambal wajib direndam air mendidih selama 15 menit.
“Tidak boleh ada bahan yang busuk. Lumpang harus direndam air mendidih. Itu untuk menjaga kebersihan,” katanya.
Enam Varian Unggulan, Dari Cumi Pedas hingga Sambal Andaliman
Awalnya Berlian hanya membuat empat varian, sambal bawang, sambal kecombrang, sambal terasi kecombrang, dan sambal andaliman.
Namun permintaan pasar meluas, banyak pelanggan mencari sambal hijau, chili oil, hingga sambal cumi.
Kini Dapur Tomburi sudah menciptakan 13 varian, namun hanya merilis 6 sebagai varian utama demi menjaga kualitas.
“Prinsip saya tidak terburu-buru, harus menguasai dulu semua baru bergeser ke varian lain,” ujar Berlian.
Soal favorit, sambal bawang menjadi primadona sepanjang waktu. Diikuti sambal kecombrang dan andaliman yang punya penggemar tersendiri.
Berlian juga menjelaskan rahasia rasa sambal bawangnya, komposisi 1 kg cabai dan 1 kg bawang Brebes ukuran sedang, tanpa gula berlebihan.
“Manisnya dari bawang, bukan gula, bawang Brebes yang middle lebih wangi dan pedas,” jelasnya.
Harga Terjangkau, Dua Ukuran, dan Menyasar Pasar Edukatif
Dapur Tomburi menyediakan dua ukuran kemasan yang bisa dipilih sesuai keinginan.
Untuk ukuran 150 gram, harganya dibanderol Rp40.000, sementara kemasan 250 gram dijual seharga Rp75.000, menyesuaikan varian yang dipilih.
Baca juga: Sambal BOA Leuwiliang: Dari Dapur Kecil di Pelosok Bogor Jadi Rasa Pedas yang Mendunia
| Legendaris Sejak 1970, Intip Rahasia Dodol Bojong Indira’f Bogor yang Tetap Legit Tanpa Pengawet |
|
|---|
| Jaga Resep Warisan, Jamu Gendong Putri asal Bogor Laku 1000 Botol Seminggu karena Rempah Alami |
|
|---|
| Sosok Mukhlis Pendiri Rumah Anorganik di Bogor: Ubah Limbah Jadi Cuan, Produknya Sampai ke Hotel |
|
|---|
| LaQuisha PastaNda, UMKM Rumahan di Bogor Tawarkan Menu Pasta Homemade dan Less Sugar |
|
|---|
| UMKM Rasakoe Asal Bogor Sukses Ekspor Bumbu Nusantara, Produksi 15 Ton Setiap Bulan Tanpa Pengawet |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/Produk-Dapur-Tomburi.jpg)