Info UMKM Bogor

Diracik Manual Tanpa Blender, Sambal Batak dari Bogor Ini Berhasil Tembus Pasar Nasional

Berawal dari hobi memasak yang diturunkan langsung dari ibunya, Berlian mencoba membuat sambal rumahan tanpa pengawet dengan bahan premium.

Tayang:
Editor: Tsaniyah Faidah
TribunnewsBogor.com/Revani Meiliana/Politeknik Negeri Jakarta
UMKM BOGOR - Produk Dapur Tomburi yang dipasarkan melalui media sosial, marketplace, dan kini sudah memiliki pembeli dari luar kota, membuktikan kualitas produk rumahan ini. 

Meski sebagian orang menganggap harganya cukup tinggi, segmen pasar Dapur Tomburi memang menyasar konsumen yang memahami kualitas bahan premium dan produk tanpa pengawet.

“Orang bilang mahal, tapi target pasarnya bukan di sini, tapi di Jakarta atau orang yang teredukasi sambal enak tanpa pengawet,” jelasnya.

Strategi pemasaran Dapur Tomburi sangat sederhana tapi efektif.

Salah satunya dengan memberikan sampel menggunakan sendok, bukan kerupuk, agar rasa asli sambal tidak berubah.

“Dulu pakai kerupuk, tapi rasanya jadi beda. Sekarang pakai sendok, langsung dicicip,” ungkap Berlian.

Selain itu, pemasaran dilakukan melalui media sosial, GoFood, ShopeeFood, dan marketplace lokal sehingga jangkauan pasar semakin luas.

UMKM BOGOR - Dapur Tomburi menyediakan dua ukuran kemasan, 150 gram dan 250 gram, menyasar konsumen yang menghargai kualitas bahan premium tanpa pengawet.
UMKM BOGOR - Dapur Tomburi menyediakan dua ukuran kemasan, 150 gram dan 250 gram, menyasar konsumen yang menghargai kualitas bahan premium tanpa pengawet. (TribunnewsBogor.com/Revani Meiliana/Politeknik Negeri Jakarta)

Dan kini pembeli Dapur Tomburi bahkan sudah banyak yang datang dari luar kota.

Produksi dilakukan rutin setiap minggu, disesuaikan dengan permintaan pasar.

Dalam sebulan, Dapur Tomburi menghasilkan ratusan botol sambal dari berbagai varian.

Tantangan terbesar ada pada harga bahan baku seperti cabai dan minyak yang fluktuatif, serta konsistensi rasa.

Namun Berlian tidak mudah menyerah.

“Kita nggak boleh menyerah. Saya ikut pelatihan ekspor, ikut bazar PLN, Astra, seleksi Pertamina sampai tingkat nasional 2024. Walau umur di atas 50, saya nggak takut bersaing,”

Mimpi Lebih Besar, Ekspor Sambal Tomburi ke Luar Negeri

Ke depan, Berlian punya satu mimpi besar, membawa sambal rumahan ini menembus pasar luar negeri.

“Harapannya satu, pengen ekspor. Senang kalau ada challenge untuk maju,” katanya.

Baca juga: Unik Banget! di Bogor Ada Bakso Ikan Rumput Laut yang Bikin Sehat Tapi Harga Murah Meriah

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved