Info UMKM Bogor
Diracik Manual Tanpa Blender, Sambal Batak dari Bogor Ini Berhasil Tembus Pasar Nasional
Berawal dari hobi memasak yang diturunkan langsung dari ibunya, Berlian mencoba membuat sambal rumahan tanpa pengawet dengan bahan premium.
Ia bekerja berdua bersama suaminya, sang suami bertugas bagian pemasaran dan pengemasan, sementara ia fokus di produksi.
Dari dapur sederhana di tengah permukiman Kalisuren, lahirlah sebuah sambal premium yang dibuat dengan sepenuh hati melalui proses manual dan bahan segar tanpa pengawet.
Dapur Tomburi menjadi bukti bahwa usaha kecil bisa berkembang jauh bila dikerjakan dengan konsistensi, kualitas, dan keberanian mencoba.
Perjalanan Berlian Christina Siahaan bukan hanya cerita tentang sambal, tetapi juga tentang ketekunan, keberanian memulai, dan semangat untuk terus belajar meski usia tidak lagi muda.
Sebuah inspirasi bagi siapa pun yang ingin memulai usaha dari nol, bahwa dapur kecil pun bisa melahirkan rasa mendunia.
(Revani Meiliana/Politeknik Negeri Jakarta)
| Legendaris Sejak 1970, Intip Rahasia Dodol Bojong Indira’f Bogor yang Tetap Legit Tanpa Pengawet |
|
|---|
| Jaga Resep Warisan, Jamu Gendong Putri asal Bogor Laku 1000 Botol Seminggu karena Rempah Alami |
|
|---|
| Sosok Mukhlis Pendiri Rumah Anorganik di Bogor: Ubah Limbah Jadi Cuan, Produknya Sampai ke Hotel |
|
|---|
| LaQuisha PastaNda, UMKM Rumahan di Bogor Tawarkan Menu Pasta Homemade dan Less Sugar |
|
|---|
| UMKM Rasakoe Asal Bogor Sukses Ekspor Bumbu Nusantara, Produksi 15 Ton Setiap Bulan Tanpa Pengawet |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/Produk-Dapur-Tomburi.jpg)