Curhat Pedagang Tempe Kota Bogor, Dilema Saat Rupiah Melemah, Tercekik Harga Kedelai dan Plastik
Ada dua modal usaha pembuatan tempe yang kini membengkak. Yaitu kedelai bahan baku pembuatan tempe dan plastik pembungkus.
Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Tsaniyah Faidah
Hal yang sama juga dirasakan oleh pedagang tempe lain di Pasar Jambu Dua, Mustarom (49).
Dia mengaku karena harga kedelai dan plastik naik, dia sedikit mengurangi ukuran tempe agar bisa dapat untung meski kecil, karena dia tak bisa sembarang menaikan harga.
"Paling saya dikecilin ukurannya dikit, itu juga untungnya kecil, karena kedelai naik terus, tiap hari malah naiknya. Plastik juga udah pada naik," kata Mustarom.
Mustarom juga mencoba menggunakan bungkus daun pisang untuk sebagian tempe yang dia jual, menggantikan plastik.
Namun menurutnya, tetap saja sulit menekan modal yang membengkak, karena per gulung daun pisang dijual Rp10.000 yang hanya cukup untuk membungkus beberapa geblek (papan) tempe saja.
"Modal beli plastik saya biasanya Rp30.000, sekarang udah lebih dari Rp50.000," katanya.
"Kalau pakai daun lebih mahal malah, paling daun Rp10.000 dapat berapa biji (bungkus), sama aja," imbuh Mustarom.
Mustarom pun berharap solusi dari pemerintah agar usaha tempe yang sudah dia jalankan selama 23 tahun ini tetap bertahan.
"Bingung mas, pedagang tempe susah, mau protes juga susah, serba salah," kata Mustarom.
Pedagang tempe mengaku bahwa agar mereka bisa dapat untung normal memang dengan cara menaikan harga jual tempe.
Namun menaikan harga tempe bisa jadi jebakan jika kenaikan harga jual tempe di pasar tidak serentak di semua pedagang.
| Harga Daging Sapi di Kota Bogor Melejit, Diperkirakan Makin Naik Jelang Idul Adha 2026 |
|
|---|
| Rupiah Melemah, Harga Tempe di Pasar Jambu Dua Kota Bogor Masih Normal, Tapi Pedagang Pusing |
|
|---|
| Cerita Warga yang Daftar PKBM di Kecamatan Bogor Timur, Kejar Ijazah Demi Kerja di Gedung Tinggi |
|
|---|
| Waspada, Hujan Deras Guyur Wilayah Kota Bogor Siang Ini, Melanda Sejumlah Kecamatan |
|
|---|
| Pimpin Rakor, Denny Mulyadi Minta Aparat Perbaiki Data untuk Menekan Angka Kemiskinan di Kota Bogor |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/pedagang-tempe-di-pasar-jambu-2.jpg)