Teror Virus Corona
Curhat Suami Petugas yang Tes Swab Pasien Covid-19, Tugasnya Analisis Darah : Jasamu Abadi Istriku
Curhat Suami Petugas Medis yang Tes Swab Pasien Covid-19, Tugasnya cek darah orang yang suspect : Jasamu Abadi Istriku
Penulis: Sanjaya Ardhi | Editor: Vivi Febrianti
Akun @braddamamad kembali menceritakan bahwa tak hanya istrinya yang bertugas di garda terdepan menghadapi Covid-19.
Selain itu, kakak dan kakak iparnya juga merupakan petugas medis.
"Keluarga besar adalah keluarga analis kesehatan, istri, kakak, kakak ipar.
Semua ada di garda terdepan.
Sehat2 untuk kalian, Allah bersama kita #dirumahaja," tulisnya.
• UPDATE Penambahan Pasien Virus Corona Indonesia Paling Banyak di Jakarta, Ini Rincian Lengkapnya
• Tes Virus Corona atau Covid-19 Bisa Dilakukan Via Online di Aplikasi Ini, Begini Caranya !
Petugas Medis Pakai Jas Hujan
Melansir Kompas.com, Tim medis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lakipadada, Tana Toraja, Sulawesi Selatan, kekurangan Alat Pelindung Diri (APD) dalam penanganan virus corona.
Direktur RSUD Lakipadada Tana Toraja, dr Safari D Mangopo mengatakan, pihaknya terpaksa membuat sendiri APD tersebut.
“Kami memang kekurangan APD seperti pakaian pelindung, masker, disinfektan, dan lainnya. Beberapa di antaranya yang digunakan saat ini hanya dibuat sendiri oleh tim medis,” kata Safari saat dikonfirmasi, Sabtu (21/03/2020).
• PB IDI Umumkan 7 Dokter Meninggal Dalam Menghadapi Pandemi Virus Corona di Indonesia

Safari mengatakan, APD yang dibuat, misalnya masker dari kain dilengkapi tali, mantel hujan dari plastik, serta sepatu boots, serta pelindung wajah yang terbut dari karet tebal.
Semua APB yang dibuat sendiri sesuai dengan standar.
"Masker yang kami buat ada pori-pori kecil yang tentunya aman bagi tenaga medis, juga jas hujan dan alat pelindung wajah, semua aman untuk digunakan," ucap Safari.
Selain APD, disinfektan di rumah sakit juga semakin menipis sejak beberapa terakhir, bahkan terpaksa harus diolah sendiri.
“Selain alat pelindung diri, cairan disinfektan juga sudah mau habis dan sangat susah untuk mendapatkannya. Jalan satu-satunya adalah dibuat sendiri oleh pihak kami di RSUD Lakipadada,” ujar Safari.
RSUD Lakipadada Tana Toraja merupakan rumah sakit rujukan penanganan kasus corona untuk wilayah utara Sulawesi Selatan.