Info Kesehatan
Gejala Virus Corona B.1.1.7 Mirip dengan Gejala Covid-19, Waspada Ini Perbedaannya
Para peneliti telah membuktikan bahwa mutasi virus Kent, yang dianggap paling mematikan, mampu 70 kali lebih menular
Jumlah tersebut naik dari varian lama, sebesar 19 persen.
3. Kelelahan dan nyeri otot
Kelelahan ekstrim menjadi salah satu gejala Covid-19 yang paling umum. Sebuah studi JAMA, peneliti menemukan sebanyak 24 dari 177 pasien dalam penelitian, menderita kelelahan yang berkepanjangan.
Gejala seseorang terpapar varian baru dengan merasa kelelaan juga meningkat tajam.
Sementara itu, Kantor Statistik Nasional Inggris yang mensurvei orang-orang dengan tes positif Covid-19 antara 15 November-16 Januari menunjukkan bahwa sebanyak 25 persennya mengalami nyeri otot.
Nyeri otot semakin umum terlihat pada orang dengan varian baru virus corona.
Jumlah kasus yang menunjukkan tanda-tanda sakit yang menyiksa meningkat berlipat ganda.
Penyebab utama nyeri otot dan nyeri tubuh yaitu mialgia, yang disebabkan oleh virus yang menyerang serat otot dan lapisan jaringan penting.
Peradangan yang meluas juga dapat menyebabkan nyeri sendi, kelemahan, dan nyeri tubuh selama infeksi.
Jika mencurigai adanya nyeri otot, merasa sulit untuk melakukan pekerjaan, dan tidak memiliki kondisi kesehatan lain sebelumnya yang dapat memicunya, maka dapat mempertimbangkan untuk melakukan tes.
4. Hilang rasa dan indera penciuman
Dalam penelitian, pasien mengeluh kehilangan indra penciuman dan perasa, bahkan setelah sembuh dari virus Covid-19.
Munculnya penyakit ini, membuat pasien melaporkan ketidakmampuan mencium atau merasakan apa pun.
Menurut para ilmuwan, hal ini kemungkinan dikarenakan kerusakan oleh virus pada indera penciuman.
Kendati begitu, dilaporkan bahwa kehilangan rasa dan penciuman lebih kecil kemungkinannya dibandingkan varian lama.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/ilustrasi-virus-corona-indonesia.jpg)