Bogor Selatan Diterjang Longsor
Tinjau Lokasi Longsor Kampung Sirna Sari, Dedie Rachim Ngeri Lihat Rel Menggantung: Bahaya Ini
Respon cepat ini mulai dari proses evakuasi empat orang yang masih tertimbun tanah longsor, serta perbaikan rel Double Track Bogor-Sukabumi yang
Penulis: Rahmat Hidayat | Editor: Reynaldi Andrian Pamungkas
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Rahmat Hidayat
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR SELATAN - Wakil Wali Kota Bogor Dedie Rachim beberkan beberapa respon cepat yang harus dilakukan saat ini usai longsor melanda Kampung Sirna Sari RT 007 RW 004, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor.
Respon cepat ini mulai dari proses evakuasi empat orang yang masih tertimbun tanah longsor, serta perbaikan rel double track Bogor - Sukabumi yang menggantung yang juga menjadi pemicu kejadian ini terjadi.
Hal itu dikatakan olehnya usai melakukan peninjauan langsung di lokasi longsor Kampung Sirna Sari, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Rabu (15/3/2023).
"Harapannya mudah-mudahan ada keajaiban. Empat-empatnya ditemukan selamat. Tapi kalau dilihat dari kondisi lapangan rawan sekali, kita ada disini bahaya ini, lihat aja rel nya ngegantung," kata Dedie Rachim kepada TribunnewsBogor.com di lokasi longsor.
Dedie Rachim menjelaskan, untuk menjalankan hal tersebut, saat ini, pihaknya terus berkoordinasi dengan semua pihak yang terlibat dalam proses evakuasi ini.
Untuk memastikan korban yang sudah terevakuasi, sambung Dedie Rachim, pihaknya pun akan segera mengunjungi rumah sakit untuk memastikan korban yang tertimbun tanah longsor ini.
"Pemkot bersama jajaran forkopimda hari ini akan melihat kondisi korban di rumah sakit langsung. Dan akan memberikan bantuan-bantuan seperlunya yang akan bisa meringankan tahapan darurat kepada korban," jelas Dedie Rachim.
Sementara, untuk respon cepat terkait rel double track Bogor - Sukabumi yang menggantung, Dedie Rachim meminta agar upaya perbaikan segera dilakukan.
Bukan tanpa sebab, Dedie Rachim menilai, jalur kereta api ini merupakan jalur ekonomi aktif bagi warga Bogor maupun Sukabumi.
Jika tidak segera dibetulkan, masyarakat yang hendak mengarah ke Kota Bogor maupun Sukabumi akan mengalami kesulitan.
Belum lagi, Jembatan Cikereteg yang berada di Kabupaten Bogor juga sedang dalam masa perbaikan.
"Kita sudah bicara dengan Kadaops 1 terkait dengan perbaikan turap di sekitar rel double track. Kenapa penting?. Karena ini jalur ekonomi. Jalur Bogor Sukabumi ini terhambat oleh Jembatan Cikereteg juga yang longsor. Sekarang kalau kereta api tidak bisa, masyarakat tentu akan sulit," tambah Dedie Rachim.
Baca juga: Petugas Gabungan Berjibaku Temukan 4 Warga yang Masih Tertimbun Longsor di Bogor, Ini Identitasnya
Dedie Rachim pun berharap, semua pihak yang terlibat dalam kejadian tanah longsor ini terus berkoordinasi untuk menyelesaikan.
"Mudah-mudahan dengan kebersamaan ini kita sama sama menanggulangi dan mencari korban dan mudah-mudahan bisa segera ditemukan," tandasnya.(*)
Wakil Wali Kota Bogor
longsor
Kampung Sirna Sari
Kecamatan Bogor Selatan
Kota Bogor
double track Bogor - Sukabumi
Jembatan Cikereteg
Dedie Rachim
Update Tanah Longsor Kampung Sirna Sari Bogor, Korban Meninggal Dunia jadi Tujuh Orang |
![]() |
---|
Lahan Relokasi Zona Hitam Bencana di Kota Bogor Ada di Wilayah Selatan, Camat Beberkan Keunggulannya |
![]() |
---|
Update Korban Longsor Kampung Sirna Sari Bogor, 21 KK Sudah Mulai Mengisi Huntara |
![]() |
---|
Double Track Bogor-Sukabumi yang Menggantung Masih Diperbaiki, KAI Pastikan Perjalanan Tak Terganggu |
![]() |
---|
Nasib Warga Kampung Sirna Sari Bogor Pasca Longsor, Wali Kota Bima Arya Beberkan Hal Ini |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.