Sisi Lain Bogor

Berkunjung ke Museum Situs Pasir Angin Cibungbulang Bogor, Koleksinya Artefak Zaman Prasejarah

Jauh sebelum memasuki era modern yang serba canggih seperti saat ini, peradaban manusia pernah berada pada titik 180 derajat kebalikannya.

Penulis: Muamarrudin Irfani | Editor: Yudistira Wanne
TribunnewsBogor.com/Muamarrudin Irfani
Koleksi Museum Situs Pasir Angin yang berada di Desa Cemplang, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Sabtu (4/11/2023). (Muamarrudin Irfani). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Muamarrudin Irfani

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBUNGBULANG - Jauh sebelum memasuki era modern yang serba canggih seperti saat ini, peradaban manusia pernah berada pada titik 180 derajat kebalikannya.

Ya, manusia dahulu kala hidup hanya bergantung dengan alam yang jauh dari kata teknologi.

Untuk melihat sekilas zaman itu, maka kita bisa mengunjungi Museum Situs Pasir Angin yang berada di Desa Cemplang, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor.

Sesuai dengan namanya, di tempat tersebut berisi koleksi hasil temuan Pusat Penilitian Arkeologi Nasional yang melakukan eskavasi benda prasejarah di wilayah tersebut.

Juru Pelihara Museum Situs Pasir Angin, Saefullah mengatakan, tempat edukasi sejarah ini didirkan pada tahun 1976.

"Sebetulnya dulu tidak diperuntukan untuk museum, hanya untuk menempatkan benda-benda temuan di Bukit Pasir Angin, saking banyaknya temuan, dengan seiring banyak temuan sekitar tahun 1984 maka dibuka untuk umum," ujarnya kepada TribunnewsBogor.com, Sabtu (4/11/2023).

Di Situs Pasir Angin ini banyak sekali artefak-artefak purbakala yang masih tersisa setelah ribuan tahun terpendam di dalam tanah.

Saefullah menerangkan, temuan-temuan yang ditemukan hasil eskavasi arekolog itu diperkirakan dibuat pada zaman batu besar yaitu Megalitikum atau Perundagian.

"Untuk garis pertanggalannya itu ada 14 sampel arah yang sudah dibawa ke Australia untuk diteliti, menghasilkan pertanggalan yang absolut yaitu sekitar 200 sampai 600 tahun sebelum Masehi," ungkapnya.

Tak heran jika berkunjung ke sana, pengunjung akan merasa asing dengan benda-benda yang dikoleksi karena bentuk dan bahan artefak-artefak tersebut sangat berbeda dengan benda-benda yang digunakan saat ini.

Adapun artefak-artefak yang ada di museum tersebut meliputi alat bertani, alat berburu, hingga perhiasan pada zaman itu.

"Kurang lebih ada 109 pcs, cuma tidak semua dipajang dietalase, masih ada sebagian yang disimpen di gudang," terangnya.

Dari berbagai koleksi hasil eskavasi di area perbukitan tersebut, yang paling menarik perhatian adalah topeng emas.

Topeng tersebut, kata dia, dahulunya diperuntukan untuk orang yang sudah meninggal dengan kepercayaan mereka.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved