Pilu Pegawai yang Ditampar Mendikti Satryo Gara-gara Air di Rumah Dinas, Ternyata Istrinya Sakit
Pilu Pegawai yang Kena Semprot Mendikti Saintek Satryo Soemantri Brodjonegoro, Ternyata Istrinya Sakit
Penulis: Sanjaya Ardhi | Editor: Ardhi Sanjaya
Tak berselang lama, kembali terdengar suara benturan.
"Ampun pak," kata pegawai.
"Kurang ajar kamu," kata Mendikti.
Prahum Ahli Muda & Pj. Rumah Tangga Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi (Kemendikti Saintek) Neni Herlina mengungkap kejadian dalam rekaman dialami pegawai vendor.
Neni mengaku memang menyuruh pegawai tersebut merekam bila mengalami suatu hal oleh Mendikti Saintek Satryo Soemantri Brodjonegoro.
"Kalau diapa-apapin direkam aja, terus sama dia direkam. Ada rekamannya, gak tau udah nyebar kali, saya kasihan juga sama dia, karena keluarganya takut diapa-apain," kata Neni Herlina.
Baca juga: Rekaman Mendikti Saintek Satryo Soemantri Brodjonegoro Tampar Pegawai, Videonya Kini Sudah Tersebar
Ia mengatakan pegawai vendor tersebut sampai ditampar.
"Iya (ditampar)," katanya.
Hal tersebut menjadi salah satu alasan pegawai Kemendikti Saintek menggelar aksi demo pada Senin (20/1/2025).
Dalam aksinya, pegawai memasang spanduk sebagai bentuk protes atas sikap Mendikti Saintek Satryo Soemantri Brodjonegoro.
Salah satunya bertuliskan, 'Pak Presiden Selamatkan Kami dari Menteri Pemarah, Suka Main Tampar dan Main Pecat'.
Baca juga: Harta Kekayaan Satryo Soemantri Brodjonegoro, Menteri Pemarah yang Didemo Pegawai Kemendikti Saintek
Sekjen Kemendikti Saintek Togar M Simatupang menilai sebenarnya semua persoalan yang menjadi tuntutan pegawai mestinya masih bisa diselesaikan lewat ruang diskusi.
"Masih tersedia ruang dialog yang lebih baik," katanya.
Ia menekankan pihaknya tidak melakukan pemecatan secara sepihak.
"Tentu terbuka untuk opsi lain. Tidak baik terlalu reaktif dan tidak ada dialog," katanya.
Ikuti saluran Tribunnews Bogor di WhatsApp :
Pegawai
Kemendikti Saintek
Mendikti Saintek
Satryo Soemantri Brodjonegoro
rumah dinas
Neni Herlina
rekaman
| SK 14 Pegawai Satpol PP Kota Bogor Digadai Pimpinan ke Bank, Sekda: Sebaiknya Jangan Konsumtif |
|
|---|
| SK Anggota Satpol PP Kota Bogor Digadaikan ke Bank oleh Atasannya, Kasat: Kejadian Tahun 2025 |
|
|---|
| Bukan Hanya Mobil Mewah, Anggaran Rumah Dinas Gubernur Kaltim Rudy Masud Sampai Rp 25 Miliar |
|
|---|
| Bukti CCTV Rachel Vennya Bongkar Kelakuan Orang Utusan Okin, Rumah Anak Tiba-tiba Diukur Orang Asing |
|
|---|
| Isu Penghapusan PPPK Paruh Waktu Mencuat, Wamendagri Bima Arya: Harus Dihitung Secara Detail |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/Pilu-Pegawai-yang-Kena-Semprot-Mendikti-Saintek-Satryo.jpg)