Protes ke KDM, Warga Terdampak Penutupan Tambang di Bogor Blokade Jalan hingga Pecahkan Kaca
Kantor Kecamatan Cigudeg digeruduk ribuan warga terdampak penutupan sementara operasional tambang di wilayah Kabupaten Bogor.
Penulis: Muamarrudin Irfani | Editor: Vivi Febrianti
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Muamarrudin Irfani
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIGUDEG - Kantor Kecamatan Cigudeg digeruduk ribuan warga terdampak penutupan sementara operasional tambang di wilayah Kabupaten Bogor.
Ribuan warga tersebut melakukan protes karena Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang mengambil kebijakan penutupan tak kunjung memberikan kejelasan.
Uang kompensasi yang belum sepenuhnya diterima warga terdampak hingga durasi penutupan yang tak diketahui sampai kapan membuat masyarakat melakukan protes.
Aksi unjuk rasa tersebut sempat diwarnai kericuhan karena kekecewaan warga terdampak yang sudah memuncak.
Massa aksi sempat melakukan pemblokiran Jalan Raya Cigudeg yang membuat akses lumpuh total pada siang hingga sore hari yang mengakibatkan kemacetan.
Meski begitu saat ini akses jalan yang menghubungkan dengan Provinsi Banten itu telah kembali dibuka.
Bahkan, massa aksi yang kecewa juga melempari bangunan Kantor Kecamatan Cigudeg dengan batu.
Dampak hal tersebut, kaca jendela gedung mengalami kerusakan hingga pecah berkeping-keping.
Aparat gabungan dari kepolisian, TNI, dan juga Satpol PP pun bersiaga di lokasi untuk mengamankan jalannya aksi unjuk rasa.
Massa aksi menuntut Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Pemerintah Kabupaten Bogor turun tangan dan memberikan solusi terbaik untuk masyarakat.
Koordinator aksi, Asep Fadlan mengatakan, masyarakat menuntut pemerintah memberikan kompensasi yang dijanjikan serta membuka kembali operasional tambang.
Pasalnya, kata dia, sudah 100 hari masyarakat kehilangan pendapatan karena mata pencahariannya ditutup.
Di samping itu, menurutnya menjelang bulan suci Ramadhan masyarakat semakin tercekik dengan tingginya kebutuhan.
"Justru masyarakat sedang menjerit, sehingga berbondong-bondong ke sini, nuraninya terpanggil, dan memang sudah lapar, digantung," ujar koordinator aksi, Asep Fadlan, Senin (12/1/2026).
Akan hal itu, masyarakat terdampak pun mendesak agar Gubernur Jawa Barat mencabut kebijakannya dan membayarkan kompensasi yang dijanjikam.
Pasalnya, kata dia, nilai kompensasi sebesar Rp3 juta per bulan selama tiga bulan merupakan janji dari Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.
"Sehingga kami meminta kepastian, maka kita tuntaskan hari ini, kita minta jawaban," katanya.
Sementara itu, Bupati Bogor Rudy Susmanto dan Wakil Bupati Bogor Ade Ruhandi alias Jaro Ade telah berada di lokasi untuk menemui massa aksi.
| Polisi Gagalkan Pengiriman TKW Ilegal ke Oman di Cileungsi Bogor, 2 Korban Berhasil Diselamatkan |
|
|---|
| Hijaukan Kawasan, Warga Sentul Bogor Tanam Ribuan Pohon |
|
|---|
| Beda Sikap Gubernur Kaltim dan Dedi Mulyadi Hadapi Pendemo, Rudy Masud : Kalau Saya Dilempar Gimana |
|
|---|
| Dilanda Cuaca Buruk, 2 Rumah Warga Waru Parung Bogor Rusak Karena Longsor dan Angin Ngamuk |
|
|---|
| Ungkap Peredaran Obat Terlarang di Gunungputri Bogor, Polisi Ringkus 4 Pelaku |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/kapolres-bogor-saat-unjuk-rasa-di-cigudeg.jpg)