Jangan Abaikan! Kantong Teh Celup Bisa Lepaskan Mikroplastik Saat Diseduh, Ini Bahayanya
Para ilmuwan berhasil membuktikan bahwa partikel mikroplastik dan nanoplastik tersebut dapat diserap langsung oleh sel-sel usus manusia.
TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Waspada mikroplastik di kantong teh celup bisa membahayakan kesehatan.
Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa proses menyeduh teh, terutama yang menggunakan teh celup kemasan kantong, berpotensi melepaskan jutaan hingga miliaran partikel mikroplastik dan nanoplastik ke dalam minuman Anda.
Partikel-partikel super kecil ini tidak hanya mengendap di dalam cangkir, tetapi juga berpotensi masuk dan menyebar ke seluruh jaringan tubuh manusia setelah dikonsumsi.
Fenomena kontaminasi ini terjadi karena beberapa produsen teh mulai beralih dari bahan kertas tradisional ke bahan nilon atau jenis plastik lainnya.
Penggunaan bahan polimer plastik tersebut diklaim dapat melepaskan aroma dan rasa teh dengan lebih baik.
Sayangnya, bukan hanya aroma teh yang keluar, melainkan juga partikel plastik berbahaya.
Berapa banyak mikroplastik yang larut saat diseduh?
Sebuah tim peneliti dari Departemen Genetika dan Mikrobiologi di Autonomous University of Barcelona, Spanyol, melakukan studi mendalam untuk memeriksa bahaya tersembunyi dari kantong teh celup ini.
Dalam laporan yang diterbitkan di jurnal ilmiah Chemosphere, para ilmuwan menguji tiga jenis bahan polimer yang sering digunakan sebagai kantong teh, yaitu nilon-6, polipropilena (polypropylene), dan selulosa.
Dilansir dari Futura, Sabtu (13/6/2026), data yang ditemukan dari hasil uji laboratorium ini sangat mengejutkan:
- Kantong teh polipropilena: Melepaskan sekitar 1,2 miliar partikel plastik per mililiter air, dengan ukuran rata-rata partikel mencapai 136,7 nanometer.
- Kantong teh selulosa: Menyumbang sekitar 135 juta partikel per mililiter air, dengan ukuran rata-rata partikel sekitar 244 nanometer.
- Kantong teh nilon-6: Melepaskan sekitar 8,18 juta partikel per mililiter air, dengan ukuran rata-rata partikel sebesar 138,4 nanometer.
Fakta bahwa polutan ini tersebar dalam jumlah masif di air mendidih mempertegas bahwa plastik kini telah mengontaminasi rantai makanan manusia dari sumber yang paling tidak terduga.
Partikel plastik menembus sel usus manusia
Penelitian dari Autonomous University of Barcelona ini melangkah lebih jauh dibandingkan studi-studi terdahulu.
Untuk pertama kalinya, para ilmuwan berhasil membuktikan bahwa partikel mikroplastik dan nanoplastik tersebut dapat diserap langsung oleh sel-sel usus manusia.
Menggunakan teknik pencitraan tingkat lanjut, para peneliti mewarnai partikel mikro dan nanoplastik tersebut untuk melacak bagaimana mereka berinteraksi dengan sistem pencernaan.
Hasilnya menunjukkan bahwa sel-sel usus penghasil lendir memegang peran utama dalam menyerap polutan ini.
Lebih mengkhawatirkan lagi, partikel plastik tersebut ditemukan mampu menembus hingga ke dalam inti sel (nucleus).
| Niat Cuci Jeroan Sapi di Sungai, Panitia Kurban di Palembang Tewas Tenggelam |
|
|---|
| Kondisi Sungai Ciliwung di Kota Bogor Saat Ini, Jernih Tapi Masih Banyak Mikroplastik |
|
|---|
| IPB University Teliti Kawasan Sentul City, Dorong Wujudkan Hunian Berkelanjutan Berbasis Lingkungan |
|
|---|
| Petunjuk Penting Bukti Keaslian Sarjana Jokowi, Ternyata Beda Jauh dengan Penelitian Roy Suryo Cs |
|
|---|
| Bongkar Soal Proyek Besar di Balik Isu Ijazah Jokowi, Ngabalin Tantang Roy Suryo: Siapkan Panggung! |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/tehcelupsee.jpg)