Teror Virus Corona

Video Dokter Tarik Lendir dari Paru-paru Penderita Covid-19, Krishna Murti : Saya Ngeri saat Nonton

Tampil dalam video, sang dokter terlihat sedang menarik lendir melalui mulut pasien.

Penulis: khairunnisa | Editor: Ardhi Sanjaya
Instagram @krishnamurti_bd91
Video Dokter Tarik Lendir dari Paru-paru Penderita Covid-19 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Wabah pandemi Covid-19 masih berlangsung di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Berbagai imbauan guna menekan penyebaran virus corona pun telah ditempuh.

Meski begitu, masih saja banyak pihak yang menyangsikan bahaya dari virus corona.

Bak ingin mengurai bahaya sesungguhnya dari Covid-19, Perwira tinggi Polri, Brigadir Jenderal Polisi Krishna Murti membagikan video yang cukup mengejutkan.

Dalam video yang ia bagikan di laman media sosialnya, Krishna Murti menampilkan momen seorang dokter saat sedang menangani pasien Covid-19.

Melalui video tersebut, Krishna Murti tampaknya ingin agar publik bisa benar-benar paham dan tahu bahwa virus corona adalah berbahaya dan mengancam jiwa.

Dikutip TribunnewsBogor.com dari laman Instagram-nya yang sudah terverifikasi, Krishna Murti menyajikan video ketika seorang dokter sedang menunjukkan lendir yang berasal dari dalam paru-paru penderita Covid-19.

Jerinx SID Akui Siap Disuntik Virus Corona, Ajukan Syarat Jika Selamat

Kronologi Suami Nekat Bakar Hidup-hidup Istrinya di Rumah, Berawal saat Pintu Kamar Digedor

Tampil dalam video, sang dokter terlihat sedang menarik lendir melalui mulut pasien.

Sambil menyeka lendir tersebut dengan tisu, sang dokter memberikan penjelasan.

Bahwa lendir yang ia sedang pegang adalah berasal dari pasien Covid-19.

"Lendir Covid eperti ini, lendir luar biasa dan dia sangat kental," ucap sang dokter pada video dilansir pada Selasa (28/4/2020).

"Banyak banget," kata perawat.

Brigjen Polisi Krishna Murti bagikan video dokter tarik lendir dari paru-paru penderita Covid-19
Brigjen Polisi Krishna Murti bagikan video dokter tarik lendir dari paru-paru penderita Covid-19 (Instagram @krishnamurti_bd91)

Lebih lanjut, sang dokter pun mengurai fakta.

Lendir yang ia tarik melalui mulut itu rupanya adalah penyebab penderita Covid-19 mengalami gagal napas.

Dijelaskan sang dokter, lendir tersebut membuat pasien menjadi susah untuk batuk dan menelan.

Hal tersebut lantaran sifat lendir yang sangat lengket dan kental.

"Ini kita lihat sangat kental. Yang menyebabkan gagal napas," kata sang dokter.

"Ih panjang amat ya," ucap perawat.

"Tuh lihat, jadi kita bisa lihat bahwa, saking lengketnya. Jadi gagal napasnya karena ketidakmampuan batuk dan menelan," ungkap sang dokter.

"Kalau seperti ini, untuk orang-orang yang batuknya jelek itu akan gagal napas," sambungnya.

PSBB di Kabupaten Bogor Diperpanjang 14 Hari, Perusahaan yang Tetap Buka Akan Disegel

Lantik Pejabat Baru Dihari Pertama Bertugas, Suara Bima Arya Bergetar Saat Ingat Sosok Ini

Kepada khalayak, sang dokter pun tampak menunjukkan betapa lengketnya lendir penderita Covid-19.

Sang dokter juga memberikan saran guna mengencerkan lendir yang berada di paru-paru penderita Covid-19.

"Masih belum habis juga. Minta tisu untuk taruh ini dulu," ucap sang dokter.

"Iya," tandas perawat.

"Jadi perlu makanan atau minuman yang bisa mengencerkan dahak," ujar sang dokter.

Video berdurasi singkat yang dibagikannya itu pun diakui Krishna Murti membuatnya ngeri.

Tak cuma ngeri, Brigjen Krishna Murti juga merasa mual.

Namun demi menunjukkan fakta kepada khalayak, Krishna Murti pun membagikan pengetahuan soal betapa bahayanya virus corona.

"Saya ngeri dan mual saat nonton. Tapi saya perlu share video ini, biar ngeri dan mualnya nular. Biar kalian semua tau kalau Covid itu nyata.

Lendir pada saluran nafas penderita Covid-19, Ini penyebab gangguan pertukaran O2 dgn CO2 terganggu di Alveolar paru-paru," tulis Krishna Murti.

Ikut miris melihat video yang dibagikan Krishna Murti, dokter Tirta pun mengurai kesedihannya.

Meski begitu, dr. Tirta tampak membagikan kembali video yang dilayangkan Krishna Murti soal dokter yang menunjukkan lendir penderita Covid-19.

Dalam unggahannya, dr. Tirta menyebut bahwa virus corona itu ukurannya sangat kecil.

Namun, dampak yang ditimbulkan dari Covid-19 nyatanya sangat besar.

"Covid itu real. 0,1 mikron doang ukurannya. Tapi impact-nya begini," kata dr. Tirta.

dr. Tirta bagikan video dokter tarik lendir dari dalam paru-paru pasien Covid-19
dr. Tirta bagikan video dokter tarik lendir dari dalam paru-paru pasien Covid-19 (Instagram Story @dr.tirta)

Penampakan Virus Corona di Dalam Paru-paru

Bersama perusahaan bernama Surgical Theater, dr Keith Mortman menggunakan hasil CT Scan seorang pasien virus corona untuk membuat model.

Dalam VR tersebut, paru-paru yang diperlihatkan adalah paru-paru pasien virus corona yang berusia 50 tahun.

Pasien tersebut memiliki gejala awal demam dan batuk kering.

"Pasien ini adalah seorang pria berusia akhir 50-an, yang awalnya mengalami demam dan batuk tidak produktif seperti banyak orang lain," kata dr. Keith Mortman, kepala bedah toraks di Rumah Sakit George Washington dilansir TribunnewsBogor.com dari laman abc7.com.

Manfaat Minum Air Rebusan Jahe Secara Rutin, Bisan Bantu Tingkatkan Kekebalan Tubuh

Jerinx SID Akui Siap Disuntik Virus Corona, Ajukan Syarat Jika Selamat

Namun seiring berjalannya waktu, pasien tersebut memiliki gejala penyakit yang berkembang cepat.

Alhasil, pasien tersebut pun akhirnya memerlukan ventilator sebagai alat bantu pernapasan.

"Gejala pernapasan berkembang cukup cepat, ke titik di mana dia perlu diintubasi dan memakai ventilator," kata dr. Keith Mortman.

dr. Keith Mortman juga menjelaskan gambar yang menunjukkan area paru-paru yang diserang oleh COVID-19.

"Jadi apa yang Anda lihat di video, pada dasarnya bagian biru adalah paru-paru yang lebih normal, tetapi apa pun yang Anda lihat berwarna kuning adalah paru-paru yang dihancurkan oleh virus," katanya.

Melanjutkan penjelasannya, dr. Keith Mortman juga mengurai keterkejutannya saat melihat visual pada hasil model.

Sang dokter tak menyangka saat melihat kondisi pasien virus corona.

Sebab berdasarkan visual yang didapat, kondisi paru-paru pasien virus corona tidak sama dengan penderita pneumonia dan flu biasa.

Hal tersebut bisa dilihat dari warna kuning yang menggambarkan bagaiman virus corona menyerang bagian paru-paru penderita.

"Sangat mengejutkan karena ini tidak seperti pneumonia yang hanya mempengaruhi satu bagian kecil di paru-paru. Atau tidak seperti flu biasa," ucap dr. Keith Mortman.

Kondisi paru-paru pasien yang terinfeksi virus corona, lihat bagian warna kuning
Kondisi paru-paru pasien yang terinfeksi virus corona, lihat bagian warna kuning (youtube channel Surgical Theater)

Bahkan, sang dokter menyebut virus corona membuat paru-paru mengalami kerusakan yang lebih luas dibanding flu dan pneumonia.

"Kerusakan paru-paru yang lebih luas," ucap dr. Keith dilansir dari IGTV Instagram CNN Indonesia.

Atas hasil VR perihal kondisi pasien virus corona, dr. Keith Mortman berharap publik bisa melihatnya.

Sehingga publik bisa waspada dan tidak menyepelekan wabah Covid-19.

"Saya benar-benar ingin mereka dapat melihat ini dan benar-benar memahami kerusakan yang terjadi pada paru-paru. Keparahan penyakit yang disebabkan oleh hal ini. Jadi mungkin, mungkin mereka berpikir dua kali sebelum mengadakan pesta rumah atau pergi ke luar untuk kelompok besar," pungkasnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved