Bolehkah Ibu Hamil Berpuasa di Bulan Ramadhan? Begini Penjelasannya

Puasa yang terlewat pun bisa diganti pada hari selanjutnya setelah bulan ramadan.

Editor: Vivi Febrianti
alodokter
Tips aman puasa Ramadhan 2021 bagi ibu hamil 

Ini dianggap dapat mempengaruhi fungsi ginjal dan jumlah cairan di sekitar bayi anda.

Namun, penelitian lain belum menemukan adanya perbedaan antara bayi yang lahir dari ibu yang berpuasa dan yang tidak berpuasa selama ramadan.

Dampak puasa selama kehamilan mungkin saja tergantung pada kesehatan ibu secara keseluruhan, tahap kehamilan dan waktu berlangsungnya ramadan.

Diperlukan lebih banyak penelitian untuk memahami sepenuhnya terkait apa dampak puasa terhadap kesehatan dan perkembangan bayi, serta bagaimana dampaknya bagi kesehatan anak di masa mendatang.

Jika saya memutuskan untuk berpuasa, apakah ada yang bisa saya lakukan untuk membuat momen ini lebih mudah diatur untuk saya dan bayi saya?

Kehamilan merupakan waktu yang sangat menuntut kebutuhan nutrisi dan cairan bagi tubuh anda.

Jika anda mempertimbangkan untuk menjalani puasa di bulan ramadan selama kehamilan, pastikan anda memberitahu bidan maupun dokter anda, sehingga mereka dapat memberikan beberapa saran dan melakukan pemeriksaan kesehatan yang diperlukan.

Selain itu, anda mungkin saja bisa berpuasa selama hari-hari tertentu saat ramadan.

Seperti berpuasa pada hari-hari alternatif atau di akhir pekan untuk mencoba dan membuatnya sedikit lebih mudah diatur.

Yang menjadi catatan penting adalah jika anda berpuasa, dehidrasi menjadi hal yang harus diwaspadai, terutama jika ramadan jatuh pada hari-hari musim panas yang lama dan terik.

Rasa haus atau memiliki urine berwarna gelap bisa menjadi tanda awal dehidrasi, gejala lain yang bisa saja muncul kemungkinan termasuk pusing, sakit kepala, kelelahan, mulut kering dan jarang buang air kecil atau hanya buang air kecil kurang dari tiga atau empat kali dalam sehari.

Saat anda merasa pusing, lemas atau lelah ketika berpuasa, bahkan setelah anda melakukan istirahat, maka anda disarankan untuk berbuka puasa dengan minuman yang manis, untuk mengganti gula dan cairan yang hilang, serta cemilan asin untuk menggantikan garam yang hilang.

Untuk mencoba mengurangi risiko dehidrasi, biarkan tubuh anda tetap sejuk dengan beristirahat di tempat teduh, jangan memaksakan diri untuk berpuasa, dan cobalah mengkonsumsi banyak cairan setelah anda berbuka puasa.

Kemudian pada waktu 'sahur', anda harus ingat bahwa selama kehamilan, jumlah cairan yang anda butuhkan harus ditambah sebanyak satu atau dua gelas sehari, dibandingkan saat tidak hamil.

Selain minum banyak cairan, termasuk makanan yang memiliki kandungan air tinggi seperti buah-buahan, sayuran, sup, semur, dan bubur dalam menu 'sahur' serta 'buka puasa', anda juga dapat membantu menjaga tubuh tetap terhidrasi dengan menghindari konsumsi terlalu banyak makanan asin, terutama saat pagi hari, karena hal ini dapat membuat anda semakin merasa haus.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved