Breaking News:

Info Kesehatan

Mengenal Virus Corona Varian Delta Plus, Kenali Gejalanya

Meski varian Delta masih menyumbang sebagian besar kasus Covid-19 di Inggris, kasus orang-orang yang terinfeksi Delta Plus terpantau meningkat.

Editor: Tsaniyah Faidah
Gerd Altmann/Pixabay
Ilustrasi - Mengenal varian baru virus corona delta plus 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Setelah varian Delta, ditemukan varian mutasi baru dari Covid-19, yaitu “Delta Plus.”

Menurut para pakar asal Inggris, varian mutasi baru ini lebih mudah menular dibandingkan varian Delta sebelumnya.

Kini, UK Health Security Agency (UKHSA) memindahkan varian baru ini ke kategori “varian yang tengah diinvestigasi,” demi menemukan risiko penularan tersebut.

Sebab, hingga saat ini, masih belum ada bukti kalau varian Delta Plus dapat menyebabkan dampak yang lebih parah.

Para ilmuwan pun meyakini, vaksin yang telah beredar di tengah masyarakat masih bisa bekerja dengan baik untuk melindungi masyarakat.

Kendati demikian, meski varian Delta masih menyumbang sebagian besar kasus Covid-19 di Inggris, kasus orang-orang yang terinfeksi "Delta Plus" atau AY.4.2 terpantau meningkat.

Bahkan, data resmi terbaru menunjukkan enam persen kasus Covid-19 baru di Inggris ditularkan oleh varian ini.

Para ahli mengatakan, varian Delta Plus tidak mungkin lepas dari vaksin yang ada saat ini.

Baca juga: Waspadai Varian Corona AY.4.2 yang Mengganas di Inggris, Menkes: Terus Kami Monitor

Namun, UKHSA menyebut, ada beberapa bukti awal bahwa varian baru ini memiliki tingkat pertumbuhan yang lebih tinggi di Inggris jika dibandingkan dengan varian Delta.

Saat ini, Delta Plus belum dianggap sebagai “variant of concern" (varian yang perlu dikhawatirkan), atau kategori tertinggi yang disematkan pada varian-varian mutasi virus berdasarkan tingkat risikonya.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved