Info Kesehatan
Mengenal Virus Corona Varian Delta Plus, Kenali Gejalanya
Meski varian Delta masih menyumbang sebagian besar kasus Covid-19 di Inggris, kasus orang-orang yang terinfeksi Delta Plus terpantau meningkat.
Di Denmark pun demikian, meski kasus infeksi baru dengan varian AY.4.2 telah menurun di negara itu.
Saat ini, Inggris telah menawarkan dosis booster vaksin Covid-19 kepada orang-orang yang berisiko lebih tinggi menjelang musim dingin.
Kebijakan ini dilakukan demi memastikan mereka memiliki perlindungan penuh terhadap virus corona.
Namun, tidak ada saran pembaruan vaksin akan diperlukan untuk melindungi masyarakat dari varian virus yang telah ada saat ini.
Baca juga: Rambut Rontok Setelah Sembuh Covid-19? Ternyata Ini Alasannya
Dr Jenny Harries, Kepala Eksekutif UKHSA pun berpendapat, saran kesehatan bagi masyarakat masih sama hingga saat ini.
Saran tersebut adalah, mendapatkan vaksinasi, dan bagi mereka yang memenuhi syarat, bisa mendapatkan dosis ketiga atau booster.
"Lalu, tetaplah berhati-hati. Kenakan masker di tempat ramai dan saat bertemu orang di dalam ruangan, serta buka jendela dan pintu untuk ventilasi ruangan."
"Jika memiliki gejala, lakukan tes PCR dan isolasi di rumah sampai menerima hasil negatif,” tambah dia.
Baca juga: Apakah Vaksin Booster Berguna untuk Tubuh? Ini Penjelasan WHO
Apa gejalanya?
Gejala corona varian delta plus kemungkinan tak berbeda dengan varian lain Covid-19 yang lebih dulu terdeteksi.
Namun, gejala umum yang timbul, misalnya batuk dan pilek, pada varian delta plus disebut terlihat lebih jelas dan intensitas waktunya lebih lama.
Tak hanya itu, corona varian delta plus ini disebut dapat membuat pasien menderita gejala dengan intensitas waktu yang lebih lama.
Artikel ini tayang di kompas.com dengan judul Muncul Varian Delta Plus Covid-19, Apa yang Harus Dilakukan?
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/update-virus-corona17.jpg)