Kebijakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Dilawan 2 Menteri Prabowo Subianto, Siapa yang Mengalah ?

Kebijakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Dilawan 2 Menteri Prabowo Subianto, Siapa yang Mengalah ?

Penulis: Sanjaya Ardhi | Editor: Ardhi Sanjaya
Kompas.com YOVIE GIVEN NATA WIDJAJA/FREDERIKUS TUTO KE SOROMAKING/Instagram Widiyanti Putri Wardhana
KEBIJAKAN GUBERNUR JABAR DILAWAN 2 MENTERI PRABOWO - Kebijakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Dilawan 2 Menteri Prabowo Subianto 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Kebijakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendapat penentangan dari dua menteri.

Aturan yang dibuat Dedi Mulyadi justru tak didukung dengan peraturan level menteri.

Kang Dedi Mulyadi (KDM) membuat sejumlah gebrakan sebagai Gubernur Jabar.

Pertama yakni soal study tour.

KDM melarang sekolah menggelar study tour ke luar pulau jawa.

“Study tour itu bukan sekadar urusan bus atau perjalanan, tetapi lebih kepada bisnis di baliknya. Seharusnya ini perjalanan pendidikan, tapi faktanya lebih banyak didominasi oleh travel dan bisnis pariwisata. Jika seperti itu, namanya bukan study tour, melainkan piknik," kata Dedi Mulyadi.

Selain itu KDM juga mempertimbangkan stabilitas ekonomi masyarakat.

"Tidak boleh anak piknik di atas rintihan orangtua. Saya tahu bagaimana kondisi ekonomi masyarakat Jawa Barat. Banyak orang tua yang terpaksa berutang atau menjual barang demi membiayai study tour anaknya. Ini bukan hal sepele. Ada yang harus mengeluarkan uang jutaan rupiah, padahal itu bukan perkara kecil bagi mereka," katanya.

Walau pada level Gubernur sudah melarang, namun Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti justru tak sejalan.

Muti tidak melarang sekolah mengadakan study tour selama masa liburan.

Ia justru mengimbau agar sekolah memilih transportasi yang layak.

"Tolonglah dipastikan betul terutama menyangkut mitra transportasinya karena banyak kecelakaan terjadi. Jadi, diusahakan agar biro-biro transportasinya yang betul-betul berkualitas, yang kendaraannya layak, driver-nya juga memang driver yang sangat mengutamakan keamanan penumpangnya," katanya.

Ia meminta sekolah untuk mengusahakan menjalin kerja sama dengan biro transportasi berkualitas. 

"Jadi, diusahakan agar biro-biro transportasinya yang betul-betul berkualitas, yang kendaraannya layak, driver-nya juga memang driver yang sangat mengutamakan keamanan penumpangnya," katanya.

Baca juga: Dedi Mulyadi Heran Larangan Study Tour Bikin PO Bus Ngeluh ke DPR: Berarti Dinas Pariwisata Gagal

Menurutnya study tour merupakan bagian dari program sekolah yang bertujuan memberikan pengalaman kepada anak-anak dengan kunjungan ke berbagai tempat. 

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved