Penyesalan Agam Tak Bisa Bawa Pulang Juliana Marins dalam Kondisi Hidup, Andai Bisa Loncat dari Heli

Abdul Haris Agam alias Agam Rinjani mengungkap kekecewaannya karena tak bisa menyelamatkan Juliana Marins dalam kondisi hidup.

Penulis: Vivi Febrianti | Editor: Vivi Febrianti
Kolase Youtube YIM Official dan Instagram Juliana Marins
PENDAKI TEWAS DI GUNUNG RINJANI - Penyesalan Agam Tak Bisa Bawa Pulang Juliana Marins dalam Kondisi Hidup, Andai Bisa Loncat dari Heli 

"Tim SAR tiba sekitar jam 16.00 WITA, kurang dari jam 20.00 WITA malam turun, sudah gelap. Itu pelanggaran sebenarnya, gak boleh evakuasi di malam hari," ungkapnya.

Namun demi bisa menyelamatkan Juliana dalam kondisi hidup, Tim SAR rela melanggar aturan.

"Tapi teman-teman melakukan itu, itu di luar aturan. Tidak safety, tapi teman-teman Lombok Timur melakukan itu demi Juliana hidup," tutur Agam.

Sayangnya, saat anggota Tim SAR, Syamsul Padhli tiba di titik pertama Juliana jatuh, korban sudah tidak ada.

"Ternyata sampai di lokasi tidak ada. Perjuangan banget, mempertaruhkan nyawanya," kata Agam lagi.

Bahkan Syamsul rela bermalam bergelantungan di tebing seorang diri, berharap bisa menemukan Juliana.

"Bang Syamsul menginap sendiri di tebing di titik jatuhnya Juliana," ungkapnya.

Sementara Tim SAR yang lain, kata dia, menunggu Syamsul di atas tanpa tenda dan alas.

"Teman-teman yang lain tidak mau pulang, tidak mau meninggalkan. Di HT Bang Botol (Syamsul) bilang pulang saja kamu, tidak ada camp. Biar saya sendiri di sini," kata Agam.

Namun anggota Tim SAR pun tak mau pulang karena berharap bisa menyelamatkan Juliana dan tak mau meninggalkan Syamsul.

"Temannya yang jaga tidak mau meninggalkan. Itu tanpa alas, tanpa camp. Menunggu sampai pagi, kan ada kabut, berharap Juliana ada di curukan. Pagi hari cerah ternyata tidak ada, mau turun tali kurang, makanya naik kembali," ungkap Agam.

Waktu kematian Juliana

Dokter Spesialis Forensik Bali Mandara Ida Bagus Putu Allit mengatakan Juliana tak bisa bertahan hidup sesaat setelah jatuh ke jurang Gunung Rinjani.

"Sehingga kematian pada korban dalam jangka waktu singkat dari luka terjadi," katanya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, waktu kematian Juliana diperkirakan sekitar 12 sampai 24 jam.

"Kematian antara 12 sampai 24 jam, berdasarkan dari tanda luka dan kaku mayat. Jadi sebelum jam 22.05 Wita," katanya.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved